Psikopat Palangka Raya Peragakan 25 Adegan Pembantaian tanpa Penyesalan

rekonstruksi pembunuhan pasutri
TAK MENYESAL: Pajri alias Utuh Zenith (26) kembali menjalani rekonstruksi pembunuhan pasangan suami istri di Jalan Cempaka Palangka Raya, Selasa (8/11). (DODI/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Jiwa sebagai psikopat tergambar dari tersangka pembunuh pasangan suami istri di Palangka Raya, Pajri alias Utuh Zenith (26). Pemuda itu tak memperlihatkan rasa penyesalan saat memeragakan kembali pembantaian dua korbannya dengan cara sangat keji, Selasa (8/11).

Sebanyak 25 adegan diperagakan Pajri dengan raut wajah santai. Sebelum dini hari berdarah itu terjadi, tersangka sempat berpesta narkotika dan menegak campuran alkohol murni dan suplemen. Pemuda tersebut sudah merencanakan aksi bengisnya menghabisi Ahmad Yendianor (46) dan istrinya, Fatnawati (45), di kediaman mereka Jalan Cempaka.

Bacaan Lainnya

Pajri sebenarnya sudah dianggap seperti keluarga oleh korban. Dia makan, minum, dan tidur di kediaman korban. Sampai puncak amarah membutakan mata dan hatinya hingga menghabisi nyawa kedua korban dengan tebasan parang berkali-kali. Senjata tajam yang mencabut nyawa korban sudah disiapkan dengan matang.

Dari reka ulang, kembali diperlihatkan tersangka membantai keduanya dengan telanjang bulat. Tersangka mengayunkan belasan kali parangnya ke kedua tubuh korban. Bagian vital jadi sasaran, seperti kepala, wajah, dan leher korban. Muncratan darah sampai membasahi dinding rumah. Setelah aksi kejinya, tersangka keluar rumah dengan santainya.

Baca Juga :  Bupati Kotim ”Gugat” Kebijakan Pusat, Protes soal DBH dan Penghapusan Tenaga Kontrak

Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya  Kompol Ronny M Nababan mengatakan, setelah sebelumnya melaksanakan prarekonstruksi, pihaknya menggelar rekonstruksi di lokasi kejadian dengan 25 adegan. Mulai dari tersangka datang, menyiapkan senjatanya, hingga melakukan pembunuhan.

”Setelah ini dilakukan pemberkasan dan menunggu petunjuk Kejari untuk pelimpahan. Saksi yang kami periksa lebih dari 20 orang,” katanya.

Ronny mengungkapkan, pihaknya sempat kesulitan membongkar kasus tersebut, lantaran minimnya saksi. Namun, berkat kerja keras dan penyelidikan mendalam, serta kesabaran personel, akhirnya berhasil meringkus tersangka setelah beberapa hari tragedi terjadi.

Pos terkait