Begini Upaya Atasi Kekurangan Pangan Antardaerah di Kalimantan

panen raya penyangga pangan
PANEN RAYA: Bupati Kotim Halikinnor saat menghadiri panen raya padi di Kecamatan Kotabesi, beberapa waktu lalu. (DOK.YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dispedagin) Kabupaten Kotawaringin Timur akan mengadakan program kerja sama antarkabupaten dalam pengenalan produk unggulan di masing-masing daerah. Hal itu jadi sebagai upaya menjawab kebutuhan pangan yang kerap jadi persoalan dengan tingginya harga di pasangan.

Program yang diberi nama bisnis matching itu akan dilaksanakan pada 24 November 2022. Sejumlah kabupaten di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Barat akan diundang.

Bacaan Lainnya

”Disperdagin Kotim bekerja sama dengan Kamar Dagang Industri (Kadin) Kotim untuk mendatangkan para pelaku usaha. Dimulai rapat antardaerah, pemaparan produk unggulan masing-masing, sehingga dapat mengetahui keunggulan daerah masing-masing,” kata Zulhaidir, Kepala Disperdagin Kotim, Senin (7/11).

Produk unggulan yang melimpah dari berbagai daerah, lanjutnya, dapat disuplai ke daerah yang membutuhkan. Dengan demikian, kebutuhan produk diharapkan dapat terpenuhi.

”Program bisnis matching sebagai salah satu cara dalam pengendalian inflasi. Misalnya, Kotim punya produk unggulan minyak goreng, di Kalsel ayam ras, di Kalbar telur. Kabupaten sebagai produsen produk ini diharapkan dapat saling bekerja sama menyuplai produk. Dengan begitu, permintaan pasar dapat terpenuhi dan komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi dapat dikendalikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dikorting Pengadilan Tinggi, Tiga Bulan Lagi Mantan Camat Katingan Hulu Bebas

Zulhaidir menambahkan, bisnis matching merupakan program jangka panjang antardaerah yang diharapkan dapat terus berlanjut demi menjaga kestabilan harga, serta memastikan komoditas pangan terpenuhi dengan aman.

”Setelah kerja sama, kemungkinan Disperdagin Kotim akan mendatangkan distributor langsung untuk mengadakan bazar produk yang berkaitan dengan komoditas pangan. Saya berharap program bisnis matching menjadi program jangka panjang untuk saling membantu menyuplai komoditas pangan yang berlebih ke daerah yang membutuhkan,” katanya. (hgn/ign)

Pos terkait