PTM Terbatas Menyesuaikan Kondisi Daerah

Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo saat menijau pelaksanaan vaksinasi massal untuk masyarakat umum, Rabu (8/9) kemarin. (yusho/radarsampit)

PALANGKA RAYA – Sejumlah sekolah di Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, menyusul penurunan kasus Covid-19 yang merata  di provinsi ini.

Wakil Gubernur Edy Pratowo menyebutkan, PTM terbatas tersebut mulai dilakukan karena memang saat ini kasus penularan Covid-19 di kabupaten dan kota di Kalteng sebagian besar berada pada zona kuning atau risiko rendah dan beberapa zona jingga atau risiko sedang.

“Apalagi kalau dilihat ke bawah lagi, beberapa kecamatan dan kelurahan hingga desa yang ada di kabupaten dan kota sudah zona hijau. Jadi kondisi ini bisa disesuaikan untuk pelaksanaan PTM terbatas,” katanya, Rabu (8/9)

Namun lanjutnya, dinas pendidikan di wilayah setempat harus mengoptimalkan koordinasi dengan satuan tugas penanganan Covid-19 untuk melakukan pengawasan. Tentunya jika terjadi kasus, maka PTM terbatas harus ditunda supaya keselamatan kesehatan peserta didik tetap terjaga.

“Yang pasti bagaimana protokol kesehatan dijalankan, karena memang hal tersebut menjadi syarat PTM terbatas. Jadi koordinasikan saja soal pengawasan sekolah yang sudah melaksanakan PTM, pastikan semua ketentuan dijalankan,” tegasnya.

Edy menambahkan, pemerintah saat ini terus menggiatkan percepatan vaksinasi untuk kategori pelajar usia 12-17 tahun. Bahkan dalam beberapa minggu belakangan, dilakukan kegiatan vaksinasi massal di sejumlah sekolah di kabupaten dan kota.

“Mulai minggu kemarin dan seterusnya sudah direncanakan vaksinasi massalnya. Karena memang pelajar ini menjadi salah satu kelompok prioritas,” ujarnya.

Vaksinasi pelajar ini lebih kepada tujuan yang luas, yakni menngejar tercapainya kekebalan komunitas di Kalteng. Agar semua sektor aktivitas dapat berjalan dengan normal, termasuk aktivitas belajar mengajar.

“Kalau secara pelaksanaan (vaksinasi) sekarang ini sudah cukup bagus. Hanya memang, kalau untuk mengejar kekebalan komunitas masih perlu dipacu lagi,” tandasnya. (sho/gus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *