Kepada para peserta didik, Tono secara singkat menerangkan proses pembuatan koran, mulai dari pencarian berita oleh wartawan hingga pendistribusian koran hingga sampai ke tangan pembacaannya.
“Bagaimana koran bisa di buat itu prosesnya cukup panjang. Wartawan turun ke lapangan mencari informasi. Mulai dari kegiatan pendidikan, kesehatan atau kegiatan yang sifatnya penting dan viral,” terangnya.
Tono menambahkan, di balik terciptanya sebuah berita pada SKH Radar Sampit, terdapat proses yang panjang dan tantangan-tantangan yang harus dilalui oleh tim yang bekerja di dalamnya.
Koran tersebut memiliki empat divisi utama yaitu redaksional, percetakan, pemasaran, dan iklan.
“Berita yang ditulis oleh wartawan harus melewati editing oleh redaktur untuk menghindari salah tik, supaya berita yang terbit itupun sesuai dengan fakta di lapangan,” pungkasnya. (yn/gus)