Rahmadhani Novian Jaya, Hacker Asal Sampit yang Berhasil Bobol Sistem Google dan Dapat Hadiah Ratusan Juta

rahmadhani novianjaya
Rahmadhani NovianJaya

RadarSampit.com – Istilah “hackerˮ selama ini identik dengan pencurian data, peretasan akun, hingga tindakan kriminal digital lainnya.

Namun di balik stereotip itu, ada sisi lain dari dunia peretasan yang justru membawa manfaat besar bagi dunia teknologi: ethical hacking.

Bacaan Lainnya

Alih-alih merusak, para hacker etis justru membantu perusahaan global seperti Google untuk menutup celah keamanan yang bisa disalahgunakan.

Salah satu nama yang mulai diperhitungkan dalam ranah ini adalah Rahmadhani NovianJaya, pemuda berumur 21 tahun asal Sampit, Kalimantan Tengah.

Lewat ketekunannya mempelajari celah keamanan sistem, Dhani, sapaan akrabnya berhasil menemukan bug pada sistem milik Google.

Temuan tersebut membuat namanya tercatat di top Hacker “Google Bug Huntersˮ dan membawanya meraih hadiah bug bounty ratusan juta rupiah.

“Saya awalnya hanya iseng, karena suka ngoprek sistem. Tapi lama-lama tertarik sama dunia bug bounty, ternyata bisa bantu perbaiki sistem dan dibayar secara legal,ˮ ujar Dhani, yang saat ini bekerja sebagai IT Security di eDOT, sebuah perusahaan anak Nabati Group.

Perjalanan dari Daerah ke Dunia Global

Rahmadhani memulai perjalanannya bukan dari ruang laboratorium canggih atau kampus bergengsi, melainkan dari sebuah kamar kecil di rumahnya di Sampit, Kalimantan Tengah.

Jauh dari hiruk-pikuk kota besar, ia menemukan dunianya sendiri lewat layar komputer dan koneksi internet seadanya.

Rasa ingin tahu menjadi bahan bakar awalnya. Ia tak punya mentor, tak ikut kursus berbayar, apalagi akses langsung ke dunia industri teknologi global.

Baca Juga :  Bupati Kotim Berang Disebut Pembodohan Publik

Tapi dari satu video YouTube ke forum komunitas, dari membaca dokumentasi asing hingga mencoba sendiri eksploitasi di lingkungan aman, Dhani terus belajar.

Ia menulis kode sambil menonton tutorial, membaca white paper meski tak selalu paham, dan mengulang uji coba demi uji coba, semuanya dilakukan dengan satu hal: keyakinan bahwa keterbatasan bukan akhir dari mimpi.

Alih-alih putus asa karena dari kota kecil tanpa potensi teknologi, Dhani justru menjadikan keterbatasan itu sebagai alasan untuk membuktikan diri.

Pos terkait