SAMPIT, radarsampit.com – Sebanyak 500 ekor sapi tiba di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kapal khusus angkutan sapi asal Jawa yang mengangkut ratusan sapi itu sandar di Pelabuhan H Ibur, Jalan Juanda Kecamatan MB Ketapang Sampit, Selasa (30/5).
”Untuk hari ini (kemarin, Red) ada dua trip kedatangan sapi yang masuk Kotim melalui Pelabuhan H Ibur. Trip pertama mengangkut sebanyak 220 ekor sapi dan kedua 280 ekor sapi,” kata Penanggung Jawab Karantina Pertanian Palangka Raya Wilayah Kerja Sampit Agung Rahmadi.
Kedatangan sapi tersebut tak lepas dari pengawasan dari Karantina Pertanian Palangka Raya Wilker Sampit. Petugas memeriksa kelengkapan dokumen dan kesehatan hewan untuk memastikan hewan tersebut bebas penyakit, khususnya penyakit mulut dan kaki (PMK) dan Lumpy Skin Diseases (LSD) yang tengah merebak di beberapa daerah.
”Pemeriksaan ini merupakan kegiatan dari karantina yang memang tupoksinya untuk mengawasi lalu lintas hewan. Salah satunya menghadapi Hari Raya Iduladha,” jelasnya.
Jumlah hewan yang dikirim ke Sampit meningkat signifikan. Terutama sapi yang dikirim dari Madura. Peningkatan lalu lintas sapi ke Sampit ini terjadi seiring kebutuhan umat Muslim yang merayakan Iduladha dengan berkurban sapi.
Jelang Iduladha, kata Agung, ada beberapa trip sapi lagi yang akan tiba di Kotim. Untuk pengawasan akan tetap dilakukan pihaknya. Mulai dari sebelum sapi dibongkar, hingga dilakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen.
”Jika sudah dipastikan lengkap baru diberikan izin bongkar. Lalu dilakukan pemeriksaan fisik sapi untuk mengecek ada atau tidak gejala penyakit, di antaranya PMK dan LSD,” katanya.
Ratusan sapi yang datang telah melalui serangkaian pemeriksaan dokumen maupun hasil uji PMK dan LSD sudah dipastikan kelengkapannya. Pihaknya juga memeriksa barcode di telinga dan sudah sesuai dengan data sapi, sehingga diberikan izin bongkar.
Selain itu, petugas juga melakukan disinfeksi untuk meminimalkan dampak kuman yang terbawa pada sapi-sapi tersebut, serta mengambil sampel darah yang baru tiba sebanyak 10 persen untuk pengujian laboratorium di Palangka Raya.
Agung melanjutkan, terkait dokumen pelengkap dan pemeriksaan gejala penyakit sudah dimaksimalkan Karantina Pertanian dari daerah asal yang mengirim hewan. Juga telah dilakukan karantina selama 14 hari sebelum pengiriman.
Untuk tindakan yang dilakukan pihaknya sebagai Karantina Pertanian yang menerima kedatangan hewan tersebut hanya untuk memastikan atau verifikasi ulang, sehingga, potensi hewan yang membawa penyakit lebih kecil.
”Setelah pemeriksaan ini, sapi-sapi akan dibawa ke kandang penampungan. Biasanya untuk satu trip sapi ada beberapa pemilik dan pemilik ini sudah punya kandang masing-masing,” katanya.
Menurut Agung, sapi yang tiba di Sampit izin masuknya ke wilayah Kotim. Namun, untuk distribusi selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada pemilik sapi, asalkan telah memenuhi serangkaian tindakan karantina.
”Nanti dipersilakan bila mau dibawa melalui jalur darat, misalkan ke Seruyan atau Pangkalan Bun. Yang penting rangkaian pemeriksaan karantina telah selesai,” katanya. (yn/ign)








