Remaja Putus Sekolah di Baamang Tengah Ternyata Tak Sepenuhnya Faktor Ekonomi

Disdik Kotim Siap Bantu Buatkan Kartu Indonesia Pintar untuk Annur

bupati kotim bantu anak putus sekolah
DIBANTU PEMKAB: Bupati Kotim Halikinnor saat mengunjungi rumah Muhammad Anur di Kelurahan Baamang Tengah, Selasa (3/1) lalu.

SAMPIT, radarsampit.com Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) siap membantu membiayai pendidikan Muhammad Annur, remaja lulusan sekolah dasar di Kelurahan Baamang Tengah yang sebelumnya putus sekolah. Di sisi lain, Annur tak melanjutkan sekolahnya bukan semata faktor ekonomi, namun juga masalah administrasi.

Hal itu disampaikan Pelaksana tugas (plt) Kepala Disdik Kotim Susiawati. Berdasarkan ijazahnya, Annur dinyatakan lulus sekolah pada 15 Juni 2022 di SDN 3 Baamang Tengah. Namun, dia tak melanjutkan sekolah ke jenjang SMP karena saat dibukanya pendaftaran penerimaan siswa baru, dia tidak melengkapi berkas dan persyaratan. Karena alasan itu, Annur sempat ikut orang tuanya bekerja ke Kapuas.

Bacaan Lainnya

”Pemicu awal Annur tidak sekolah, mulanya karena saat mendaftar SMP, ada berkas administrasi yang tidak lengkap dan itu tidak diproses. Anaknya juga sempat ikut orang tuanya ke Kapuas. Jadi, memang tidak sepenuhnya karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya.

Kendati demikian, Susi tak memungkiri ayah Annur, Hendra Saputra, mencari nafkah dengan bekerja serabutan dan pernah menjadi juru parkir di sekitar Pasar Keramat. Karena itu, Pemkab Kotim tetap akan membiayai biaya pendidikan sekolah Annur.

Baca Juga :  Kejari Kotim Tagih Rp26,8 Miliar dari Perusahaan Penunggak BPJS Ketenagakerjaan

”Insya Allah, sesuai janji Bupati Kotim Halikinnor dan komitmen Disdik Kotim yang mewajibkan belajar sembilan tahun, anaknya akan kami bantu. Saat ini saya masih berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menanyakan apakah orang tuanya masuk sebagai penerima keluarga harapan (PKH). Jika belum, akan didaftarkan,” ujarnya.

Dengan didaftarkan sebagai penerima PKH, lanjutnya, Annur dapat dibantu pemerintah untuk mendapatkan program Kartu Indonesia Pintar. Setiap anak yang memiliki kartu tersebut, biaya pendidikannya akan ditanggung pemerintah melalui dana APBN dan tentunya tetap harus menyesuaikan dengan syarat dan ketentuan.

”Setelah orang tuanya didaftarkan sebagai penerima PKH, kami bantu urus agar Annur mendapatkan Kartu Indonesia Pintar. Insya Allah saat tahun ajaran baru pada Juli 2023 ini, Annur sekolah di dekat rumahnya. Kalau tidak SMPN 3 atau SMPN 9 Sampit, tergantung rombongan belajar. Kami usahakan Annur menjadi prioritas, karena dia harus melanjutkan sekolahnya sampai selesai,” tegasnya.

Pos terkait