Kegiatan Kotim Berselawat dalam rangka memperingati wafatnya Muhammad Zaini Abdul Ghani Al Banjari atau akrab disapa Abah Guru Sekumpul di Kota Sampit, dihadiri ribuan manusia.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Acara yang digelar di Taman Kota Sampit Minggu (21/1/2024) malam, mulai menjelang magrib hingga larut malam sekitar 23.30 WIB itu dikerumuni kaum perempuan dan laki-laki berbusana muslim dan muslimah.
Tak ada sekat ataupun celah. Sekeliling Taman Kota Sampit hingga area dalam taman dipenuhi banyak orang. Motor dan mobil mengular panjang dari berbagai sisi.
Panggung utama yang menghadap ke arah selatan tak luput dari sorotan. Binar cahaya lampu menyorot menembus langit. Pada malam yang cerah itu, semua pengunjung duduk bersila beralaskan plastik yang ditawarkan pedagang asongan seharga Rp10 ribuan. Ada pula pengunjung yang memilih duduk tanpa alas.
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran, Wakil Bupati Kotim Irawati bersama sejumlah pejabat lainnya juga turut hadir berbaur di antara masyarakat.
Sejumlah pengunjung juga membawa perlengkapan salat, mengikuti salat magrib, dan salat isya berjemaah. Pihak penyelenggara kegiatan memfasilitasi sejumlah stan yang menyediakan kurang lebih 40 ribu porsi makanan secara gratis untuk pengunjung.
”Acara ini terlaksana di luar dugaan kami. Kami perkirakan jumlah pengunjung mencapai 10 ribu. Semua areal Taman Kota Sampit dari berbagai sisi dipenuhi jemaah,” kata Habib Ahmad Al Habsyi, Penanggung Jawab Pelaksana Kegiatan Haul Guru Sekumpul di Taman Kota Sampit, Minggu (21/1/2024).
Ahmad mengatakan, acara itu terlaksana untuk kedua kalinya. Pada tahun lalu dilaksanakan di Ikon Jelawat dan tahun ini di Taman Kota Sampit.
”Animo masyarakat yang hadir sangat luar biasa. Lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Tidak hanya masyarakat dari Kota Sampit, masyarakat dari Parenggean, Cempaga, Mentaya Hulu, dan dari Seruyan juga hadir,” kata Ahmad yang Pimpinan Majelis Rasulullah Kalteng ini.
Panitia juga secara khusus menyediakan makanan gratis untuk jemaah yang hadir. Makanan itu dibagikan dari sumbangan para donatur yang turut mendukung suksesnya acara Haul Guru Sekumpul.
Sepanjang acara, Habib Abdullah Aljun Al Khirid, Habib Ja’far Al Kaff, Ustaz Ahmad Rayyan Zuhdi Abrar, serta Iwan Arsyad yang merupakan para tokoh ulama di Kotim juga hadir.
Ustaz Ahmad Rayyan menjelaskan secara singkat sosok Abah Guru Sekumpul yang lahir di Desa Tunggul Irang, Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan pada 11 Februari 1942 dengan nama Muhammad Zaini Abdul Ghani. Ia merupakan anak dari pasangan Abdul Ghani dan Masliah.
Tokoh ulama ini dikenal berbagai kalangan masyarakat di Indonesia sebagai sosok yang tidak hanya menguasai ilmu agama tauhid dan akhlak. Sosoknya juga dikagumi banyak orang, hingga tak heran setiap peringatan Haul Guru Sekumpul selalu dipadati ratusan ribu orang.
Kabar wafatnya Guru Sekumpul pada 10 Agustus 2005 lalu, membuat masyarakat terutama umat muslim merasa kehilangan. Muhammad Zaini mengembuskan napas terakhir di usia 63 tahun setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama 10 hari.
”Beliau ini sosok guru yang memiliki pemahaman agama tauhid, akhlak, dan selalu rendah hati. Sepanjang hidupnya, beliau sangat memualiakan kedua orang tuanya, menjadikan orang tuanya diatas segala-galanya,” ujarnya.
Sementara itu, pantauan Radar Sampit, pada kegiatan itu, kesadaran masyarakat menjaga kebersihan masih sangat buruk. Padahal, menjaga kebersihan adalah sebagian daripada iman.








