Safari Ramadan di Baamang, Warga “Todong” Masalah Ini ke Bupati Kotim

Kunjungan kerja (kunker) Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam agenda Safari Ramadan 1443 Hijriah terus berlanjut
KUNKER SAFARI RAMADAN: Bupati Kotim Halikinnor beserta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Kotim menghadiri kunjungan kerja dalam rangka safari Ramadan di Masjid Syuhada, Kecamatan Baamang, Rabu (20/4). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Kunjungan kerja (kunker) Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam agenda Safari Ramadan 1443 Hijriah terus berlanjut. Rabu (20/4) kemarin, Bupati Kotim Halikinnor bersama Wakil Bupati Irawati, Sekretaris Daerah (Sekda) Fajrurrahman, Kapolres Kotim AKBP Sarpani dan sejumlah perwakilan SOPD di lingkungan Pemkab Kotim hadir bersafari ke Masjid Syuhada, Kecamatan Baamang. Safari Ramadan kali ini merupakan yang ketujuh.

Dalam kesempatan itu, Camat Baamang Adi Chandra MD Atuk menyampaikan beberapa usulan dari masyarakat dan takmir Masjid Syuhada yang menginginkan adanya pemeliharaan jalan rutin di Jalan Baamang 1 khususnya di Gang Syuhada.

Bacaan Lainnya

“Kami mengusulkan perbaikan jalan Gang Syuhada sepanjang 100 meter di samping kiri masjid yang diharapkan dapat ditindaklanjuti Pemkab Kotim,” kata Adi Chandra.

Adi mengatakan, Masjid Syuhada merupakan salah satu masjid tertua di Kota Sampit. Sebelumnya, masjid ini pernah mendapatkan bantuan dari Pemkab Kotim berupa rumah untuk kaum.

Baca Juga :  Safari Ramadan Berlanjut ke Telawang

“Masyarakat mengusulkan penataan makam di sekitar Masjid  Syuhada. Dan yang paling utama, masyarakat ingi adanya penyediaan penerangan jalan umum (PJU) dari simpang Baamang 1 sampai ke Baamang Hulu, semoga ini dapat diakomodir dinas terkait,” ujarnya.

Dalam laporannya, Adi menyampaikan bahwa situasi kamtibmas terjaga. Koordinasi antarkecamatan dengan Pemkab Kotim terus dilakukan.

“Perlu kami sampaikan, bahwa kami sudah beberapa kali mengadakan operasi yustisi sebagai bentuk pengendalian Covid-19. Dalam waktu dekat ini, kami juga akan mengadakan bakti sosial,” ujarnya.

Mengenai capaian vaksinasi di wilayah Baamang, Adi mengaku tak mudah mengajak masyarakat untuk mau datang vaksin. “Sampai hari ini target untuk wilayah Baamang sudah 78 persen. Memang kami akui, membujuk masyarakat agar mau divaksin itu susahnya minta ampun, tidak semuanya masyarakat mau divaksin kecuali untuk kepentingan yang diwajibkan seperti keperluan mudik, baru berpikiran datang ke layanan vaksin. Namun kami tetap mengupayakan agar capaian vaksin bisa mencapai 100 persen,” katanya.

Pos terkait