SAMPIT, RadarSampit.com – Sebanyak 91 jemaah haji Kotim tiba di Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dengan selamat. Rombongan tiba 25 menit lebih awal dari jadwal, yakni pada pukul 10.20 WIB, Minggu (31/7).
Pantauan Radar Sampit, pesawat NAM Air boeing 737 500 mendarat mulus sekitar pukul 10.19 WIB. Proses penurunan jemaah dari pesawat menuju pintu kedatangan berlangsung sekitar 30 menit.
Jemaah kompak berpakaian sederhana serba putih. Tak ada jemaah yang berpakaian nyentrik, glamour, dengan banyak payed dan kilauan manik-manik berbagai warna. Laki-laki mengenakan sorban merah muda dan jemaah perempuan kerudung putih. Ada pula yang mengenakan kerudung merah muda. Tak ada pakaian yang mencolok seperti kedatangan haji di tahun-tahun sebelumnya.
Sebelum masuk pintu kedatangan, jemaah disambut pertunjukan rebana dari belasan santri dari Pondok Pesantren Darul Aitam. Setelah itu, salah satu jemaah laki-laki membacakan doa sebagai bentuk syukur telah diberikan keselamatan sampai di tanah air Kota Sampit.
Dua perwakilan jemaah mengalungkan sorban untuk dua pejabat, yakni Bupati Kotim Halikinnor dan Sekda Kotim Fajrurrahman yang menyambut mereka. Mereka juga memeluk penuh haru orang nomor satu di Kotim tersebut. Tak lupa keduanya memberikan buah tangan berupa kurma dan air zam-zam untuk Bupati Kotim dan pejabat lainnya.
Acara seremoni berlangsung singkat, karena untuk pertama kalinya tahun ini jemaah langsung disambut di Bandara Haji Asan Sampit (sebelumnya di Masjid Islamic Center). Untuk pertama kali pula kepulangan jemaah dilayani Pemkab Kotim menggunakan carter pesawat.
Dalam suasana panas diiringi bisingnya suara mesin pesawat, Halikinnor menyampaikan sambutannya dengan marathon. Dia mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah haji yang selama sekitar 40 hari melaksanakan ibadah di Tanah Suci Mekkah hingga akhirnya bisa kembali berkumpul bersama keluarga.
”Atas nama pribadi, keluarga dan pemerintah daerah, saya menyambut jemaah haji dengan penuh rasa syukur dan bahagia atas kepulangan jemaah haji yang sudah sampai ke Kota Sampit dengan selamat,” kata Halikinnor.
Menurutnya, tantanggan selama melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci hendaknya tetap dipertahankan hingga akhir hayat. Ketaatan dalam beribadah diharapkan dapat berdampak baik terhadap perubahan dalam diri dan hubungan bersosial dengan masyarakat.
”Insya Allah sikap-sikap tersebut akan meningkatkan kualitas diri kita, kualitas kerja dan amal ibadah dan menjadi bagian penting yang diharapkan dapat menjadikan pribadi yang lebih baik. Saya berharap jemaah haji dapat menjaga kemabruran haji di tengah masyarakat, sehingga menjadi teladan yang baik,” ujarnya.
Halikinnor mengatakan, sesuai rencana, saat melepas 91 jemaah Selasa (14/6) lalu, dia berencana akan mencarter pesawat untuk keberangkatan haji tahun depan. Namun, belum sampai tahun depan, dia mampu merealiasikan janjinya tahun ini juga.
Selama ini, keberangkatan dan kepulangan haji melalui jalur transportasi darat menggunakan bus. Rombongan jemaah mendarat di embarkasi Banjarbaru, setelah itu kembali melanjutkan perjalanan 8-9 jam dari Banjarmasin menuju Sampit. Perjalanan panjang itu terlalu melelahkan jemaah.
”Alhamdulillah, rezeki jemaah haji tahun ini, pemulangan jemaah haji ke Sampit langsung kami carterkan pesawat ke Sampit, karena tidak ada rute khusus dari Banjarmasin-Sampit. Ahamdulillah, kami diberikan kemudahan sesuai keinginan haji. Insya Allah tahun depan akan kami programkan jauh-jauh hari, supaya keberangkatan maupun kepulangan jemaah haji pakai pesawat,” ujarnya.







