SAMPIT – Musala Al-Ikhlas di Jalan Sekar Arum, Kelurahan Sawahan, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terpaksa ditutup sementara sejak Kamis (6/5). Penutupan dilakukan untuk meredam penyebaran Covid-19 setelah adanya seorang jemaah yang menjalankan ibadah salat tarawih diduga terjangkit Covid-19.
Lurah Sawahan Legendaria Okta BN mengatakan, dugaan kemunculan klaster baru di musala tersebut diketahui ketika ada jemaah dalam kondisi sehat ikut salat tarawih. Jemaah lain di sebelahnya curiga.
Usai salat Rabu (5/5) lalu, kedua jemaah saling berbincang. Seorang jemaah yang kondisi badannya kurang sehat mengaku sudah merasakan gejala seperti batuk dan kehilangan penciuman.
”Jemaah yang badannya kurang fit itu bercerita ke jemaah di sebelahnya. Setelah itu jemaah itu melaporkan ke kami,” ujar Legendaria, Jumat (7/5).
Menindaklanjuti kecurigaan itu, keesokan harinya dia bersama tim yang terdiri dari Bhabinkamtibmas, tenaga kesehatan, dan ketua RT setempat melakukan pelacakan ke lokasi tersebut.
”Saya sudah imbau agar Musala Al Ikhlas ditutup sementara dan dilakukan penyemprotan disinfektan sampai ruangan steril untuk menghindari meluasnya penyebaran Covid-19,” katanya.
Ada 30 warga dari dua RT di lokasi setempat yang terduga suspect Covid-19 akan dijadwalkan melaksanakan pemeriksaan tes swab pada Senin depan.
”Setelah pelacakan pertama, ada sekitar 30 orang yang didaftarkan melakukan swab Kamis kemarin. Mereka semua yang memang ada kontak erat selama tujuh hari sebelumnya,” ujarnya.
Namun, jadwal pemeriksaan test swab yang dijadwalkan pukul 07.30 WIB Kamis (6/5) hanya dihadiri 18 orang. ”Tidak datang semua, yang datang hanya 18 orang, karena warga saya telat datang sekitar pukul 10, sehingga saya minta dari Dinkes untuk menjadwalkan pemeriksaan tes swab,” tambahnya.
Selanjutnya terjadi penambahan sebanyak 64 warga yang terduga suspect di dua RT di Kelurahan Sawahan. ”Sebanyak 64 warga ini tak semua positif, masih suspect yang sudah didata dan dijadwalkan akan tes swab Senin depan,” katanya.
Sebelumnya, terdapat warga yang tersebar di lima RT dari total 39 RT di Kelurahan Sawahan terkonfirmasi positif Covid-19. Sebagian besar menjalani isolasi mandiri dan satu orang masih dalam perawatan di rumah sakit.
”Ada 17 kasus di Sawahan dan ditambah 2 kasus titipan menjalani isolasi mandiri di Sawahan,” katanya.
Sambil menunggu pelaksanaan tes swab, Legendaria mengimbau warga tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat dan menghindari perjalanan keluar dari rumah.
”Saya imbau warga Sawahan yang saat ini masih terduga suspect maupun terkonfirmasi positif sedang menjalani isolasi mandiri, agar menyediakan ruang terpisah. Anggota keluarga yang tidak terpapar wajib gunakan masker dan mematuhi prokes dengan ketat, karena Covid-19 ini benar-benar nyata,” ujarnya. hgn/ign)








