Sediakan 1.600 Porsi Bubur Asyura, Bupati Kotim Sebut Perkuat Ukhuwah Islamiyah

wabup dan ketua dprd kotim masak bubur asyura
MEMASAK: Wakil Bupati Kotim Irawati dan Ketua DPRD Kotim Rinie bersama-sama memasak bubur Asyura di Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang, Selasa (9/8). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, RadarSampit.com – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1444 Hijriah, warga Kelurahan Baamang Hulu, menggelar Festival Bubur Asyura. Kegiatan itu dilaksanakan secara swadaya di Jalan Baamang Hulu RT 5/25, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (9/8).

Festival tersebut dihadiri Bupati Kotim Halikinnor didampingi istri Khairiah Halikinnor, Ketua DPRD Kotim Rinie, Wakil Bupati Kotim Irawati, Sekda Kotim Fajrurrahman, dan sejumlah kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) beserta jajarannya.

Bacaan Lainnya

Kegiatan disambut antusias warga setempat. Halikinnor serta pejabat lainnya melihat langsung proses pengolahan bubur Asyura. Bahkan, ikut memasak bersama warga.

”Saya atas nama pribadi mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Festival Bubur Asyura ini, dengan maksud mempererat tali ukhuwah islamiyah di antara kita,” kata Halikinnor dalam sambutannya.

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT sebagai bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Bulan ini juga merupakan salah satu momentum penting bagi umat Islam dan menandai pergantian tahun yang menjadi momen tepat bagi umat Islam untuk muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan perencanaan kehidupan agar senantiasa dalam limpahan berkah dan ridha Allah SWT.

Baca Juga :  Anggarkan Rp363 Juta Bangun Pagar, Mal Pelayanan Publik Kotim Dilengkapi Lift Senilai Rp1 Miliar

Bulan Muharram juga menjadi saksi sejumlah peristiwa monumental dalam sejarah Islam, seperti datangnya pertolongan Allah untuk menyelamatkan Nabi Musa As dan Bani Israil dari kejaran Firaun pada 10 Muharram atau hari Asyura. Kata Asyura berasal dari bahasa Arab, yang artinya hari ke-10 di bulan Muharram.

”Pada kesempatan ini, saya mengajak masyarakat untuk menjadikan momen hari Asyura menjadi semangat untuk mengubah diri menjadi lebih baik dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT,” kata Halikinnor.

Saat memasuki lokasi acara, Bupati Kotim beserta rombongan disambut dengan seni bela diri kuntau dan lawang sekepeng. Saat memasuki tempat acara rombongan disambut dengan Maulid Habsy. Di pertengahan acara pejabat serta tamu yang hadir juga disuguhkan kesenian Batirik.

Pos terkait