Setop Penyebaran Hoaks Penculikan Anak

Warga Kobar Diminta Tidak Asal Membagikan Kabar Tak Jelas

hoaks penculikan
HOAKS MERESAHKAN: Salah satu postingan hoaks penculikan anak di Kecamatan Pangkalan Lada, yang ramai beredar di Medsos baru-baru ini. Padahal kejadiannya bukan penculikan namun pemabuk yang diamankan warga. (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Isu penculikan anak yang terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat semakin masif disebarkan oleh orang tidak bertanggung jawab melalui media sosial, informasi tersebut membuat resah para orang tua.

Agar isu tersebut dipercaya oleh masyarakat, penyebar hoaks itu memasang foto pelaku kriminal, foto ODGJ, perempuan tua, dan membuat narasi bahwa TKP terjadi di Kota Pangkalan Bun.

Bacaan Lainnya

Baru-baru ini, warga Kota Pangkalan Bun kembali dihebohkan atas postingan berisi isu penculikan anak yang terjadi di Pangkalan Lada. Mirisnya foto yang dipajang merupakan foto seorang warga di Kotim yang mabuk dan diamankan warga karena berbuat onar.

Kapolres Kotawaringin Barat, AKBP Bayu Wicaksono meminta agar orang yang tidak bertanggung jawab itu, menghentikan menyebarkan informasi bohong kepada masyarakat, karena telah meresahkan.

“Tentang penculikan anak ini, kita dapat info terkait hal itu dan telah kami lakukan pengecekan untuk memastikan kebenarannya, dan sampai saat ini tidak ada laporan yang masuk,” tegasnya, Selasa (31/1).

Baca Juga :  Target Vaksinasi Covid-19 Kobar Meningkat Drastis

Menurutnya Polres Kobar juga melakukan pengecekan ke setiap desa melalui Bhabinkamtibmas apakah di desa dan tempat tertentu ada yang kehilangan anak, dan informasi tersebut tidak ada.

“Informasi yang beredar dan ramai di media sosial adalah tidak benar, masyarakat tidak perlu resah,” tegasnya.

Diakuinya dengan adanya informasi tersebut Polres Kobar akan lebih meningkatkan kegiatan di tempat keramaian dan sekolah sebagai fungsi kontrol untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya pastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, informasi yang beredar tersebut bukan di tempat kita dan di Kalteng tidak ada,” tegasnya.(tyo/sla)

 

 

 

 

 



Pos terkait