Soal Penerbangan, Kotim Jauh Tertinggal dari Kobar

bandara iskandar
BANDARA ISKANDAR: Sejumlah penumpang antre check in di Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Aktivitas penerbangan masih normal dan belum ada peningkatan penumpang. (DOK.RADAR PANGKALAN BUN)

SAMPIT, radarsampit.com – Aktivitas dan perkembangan di bidang penerbangan di Kabupaten Kotawaringin Timur, dinilai jauh tertinggal dari Kabupaten Kotawaringin Barat. Alih-alih kian meningkat, penerbangan di Kotim justru dinilai menurun.

”Persoalan transportasi udara di Kotim masih belum ada penyelesaian. Bahkan semakin menurun dibandingkan sebelumnya. Entah apa yang menyebabkan persoalan itu, sementara di Kobar justru baru-baru ini ada dua maskapai yang masuk. Nah ini kan artinya kita tertinggal,” kata anggota Komisi IV DPRD Kotim Handoyo J Wibowo, Selasa (30/1/2024).

Bacaan Lainnya

Menurut Handoyo, penumpang yang terbang dari Pangkalan Bun dan Palangka Raya sebenarnya banyak dari Kotim. Hal tersebut jelas merugikan secara ekonomi jika sektor perhubungan udara tidak segera dibenahi. ”Banyak yang berangkat dan turun di dua bandara itu setiap akhir pekan,” kata Handoyo.

Politikus Partai Demokrat ini menuturkan, pada 2023 lalu, salah satu alasan maskapai enggan melayani penerbangan di Bandara H Asan Sampit karena sarana dan prasarana bandara tidak mendukung. Sampai akhirnya anggaran peningkatan dan perpanjangan  bandara disetujui.

Baca Juga :  Respons Keluhan Warga, Pemkab Kotim Timbun Jalan Cempaka Mulia-Terantang

”Sudah dianggarkan tahun lalu, tapi bagaimana proses di lapangan kami belum mengikuti. Hanya saja, kalau tidak bergerak cepat menyelesaikan masalah bandara ini, kita yang dirugikan,” ujar Handoyo.

Bandara Haji Asan Sampit memiliki panjang 2.060 meter dengan lebar 30 meter. Lebih pendek dibandingkan Bandara Iskandar Pangkalan Bun yang memiliki panjang 2.120 meter dengan lebar 45 meter.

”Anggaran tidak ada masalah. Sekarang tinggal bagaimana pihak pengguna anggaran merealisasikan program perpanjangan sebagaimana yang sudah disampaikan sebelumnya,” katanya. (ang/ign)



Pos terkait