Petugas TPS Wajib Prioritaskan Pemilih Disabilitas dan Lansia

simulasi pemilu
SIMULASI: Suasana simulasi pemungutan suara yang dilakukan KPU Kotim memperlihatkan warga yang menggunakan hak pilihnya di TPS 17 Kelurahan Sawahan, Kecamatan MB Ketapang, Jalan Sampurna, Sampit, Selasa (30/1/2024).

SAMPIT, radarsampit.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan akan memprioritaskan pelayanan terhadap pemilih disabilitas dan lanjut usia (lansia) pada hari pemungutan di tempat pemungutan suara (TPS) 14 Februari 2024. Hal itu diperlihatkan dalam simulasi pemungutan suara, Selasa (30/1/2024).

”Memang tidak ada jalur khusus untuk kursi roda, tetapi akses masuk di TPS sudah disiapkan. Setiap TPS kami siapkan kursi, atur meja tidak terlalu tinggi dan kami juga siapkan alat bantu bagi tunanetra,” kata Muhammad Rifqi, Ketua KPU Kotim.

Bacaan Lainnya

Rifqi memastikan petugas TPS akan mengutamakan pelayanan kepada pemilih disabilitas dan lansia. ”Pemilih disabilitas dan orang tua jompo (lansia) itu pasti kami prioritaskan lebih dulu, sehingga tidak menunggu terlalu lama,” ujarnya.

simulasi pemilu
simulasi pemilu

Untuk mematangkan kesiapan, KPU Kotim melaksanakan simulasi pemungutan suara, penghitungan suara, rekapitulasi surat suara hingga penggunaan aplikasi Sirekap.

Baca Juga :  Sakit Sejak 27 Februari, DPRD Belum Tahu Kondisi Kesehatan Bupati Seruyan

”Simulasi ini dilakukan sesuai arahan KPU RI. KPU di tingkat kabupaten diminta melakukan simulasi pemungutan suara secara rill sebagaimana yang akan dilakukan pada proses pemungutan suara yang sesungguhnya. Hasil dari simulasi akan menjadi bahan evaluasi kami melakukan perbaikan dan arahan bagi TPS lainnya di Kotim,” ujar Rifqi seraya menyebut simulasi hanya dilakukan di TPS 17 di Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Simulasi dimulai sejak pukul 07.00-13.00 WIB. Pemilih yang diundang dan terdaftar di TPS 17 menyerahkan C-pemberitahan kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang berjumlah tujuh orang, ditambah dua petugas keamanan. Total TPS di Kotim tercatat ada 1.169 TPS.

”Saat simulasi kami juga siapkan surat suara sebanyak 206, ditambah 2 persen menjadi 211 surat suara. Semua rangkaian simulasi ini dilakukan secara rill, terkecuali nama parpol, berubah menjadi nama buah-buahan, calon DPRD kabupaten, provinsi, DPR RI, dan DPD RI hanya ditulis calon dan paslon presiden dan wakil presiden menjadi empat paslon,” katanya. (hgn/ign)



Pos terkait