SPBU Jual Pertamax Tercampur Air di Sampit Belum Disanksi

Pertamina Investigasi Bersama Polisi

investigasi spbu
MASIH DITELUSURI: Pertamina bersama aparat kepolisian melakukan investigasi di SPBU Jalan Jenderal Sudirman km 3 terkait Pertamax bercampur air yang dijual pada masyarakat. (PERTAMINA UNTUK RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bersama aparat Polres Kotawaringin Timur (Kotim) masih melakukan investigasi terkait peristiwa bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang bercampur air di Sampit. Sanksi terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Jenderal Sudirman km 3 itu belum diberikan sampai hasil investigasi selesai.

Area Manager Communication Relation dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Arya Yusa Dwicandra mengatakan, Pertamax tersebut bercampur air akibat rembesan air hujan masuk ke tangki pendam saat hujan deras.

Bacaan Lainnya

”Kejadian kasus kontaminasi air pada Pertamax terjadi ketika di saat bersamaan dilakukan pekerjaan renovasi SPBU, yang meliputi perbaikan totem, penggantian beberapa dispenser, perbaikan kanopi, dan tangki pendam. Saat renovasi dilakukan, beberapa hari terakhir di Sampit terjadi hujan deras,” kata Arya, Sabtu (13/5).

Dia melanjutkan, hasil investigasi nantinya akan merujuk sanksi yang ditetapkan pada SPBU. Mulai dari teguran, administrasi berupa surat peringatan, sampai sanksi penghentian SPBU sementara. SPBU masih ditutup sementara sampai proses perbaikan selesai dilakukan. Masyarakat diimbau melakukan pembelian BBM di SPBU terdekat lainnya.

Baca Juga :  Ini Siasat Polisi Cegah Terulangnya Kerumunan Program Vaksinasi

”Yang pasti kejadian ini bukan unsur kesengajaan. Pertamina juga memastikan produk BBM yang didistribusikan kepada masyarakat telah melalui proses quality control yang ketat guna menjamin kualitas produk BBM,” tegasnya.

Sementara itu, mengenai aduan masyarakat terkait kejadian tersebut, SPBU telah bertanggung jawab penuh dan sudah memberikan ganti rugi. Ada sepuluh kendaraan yang sudah diberikan ganti rugi.

”Pertamina memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi dan pihak SPBU bertanggung jawab atas kerugian yang dialami masyarakat. Hal ini juga menjadi bahan evaluasi kami agar hal serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Arya mengatakan, setelah kejadian tersebut, Pertamina mendatangi SPBU itu dan mengecek tangki pendam dimaksud. Saat ini telah dilakukan pengurasan tangki pendam serta kebocoran di dinding dekat tangki diperbaiki. Pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menjelaskan kronologi kejadian.

Pos terkait