Standar Ruang Kelas III di RSSI Pangkalan Bun akan Ditingkatkan

RSSI Pangkalan Bun
FASKES: Penjabat Bupati Kobar Budi Santosa meresmikan Rekam Medik Elektronik (RME) di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun baru-baru ini. (TYO/RADAR SAMPIT)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Keterbatasan sejumlah fasilitas ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun mendapat perhatian Penjabat Bupati Kobar Budi Santosa.

Saat ini RSUD Sultan Imanuddin yang merupakan rumah sakit terbesar di Kabupaten Kotawaringin Barat hanya memiliki 81 ruang rawat inap kelas III.

Bacaan Lainnya

Rinciannya, Paviliun Sindur sebanyak 17 tempat tidur,  Akasia 14 tempat tidur, Meranti 14 tempat tidur, Lanan sebanyak 16 tempat tidur, dan Bengkirai sebanyak 20 tempat tidur.

Ruang kelas III di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dianggap belum memenuhi kelas rawat inap standar (KRIS), dengan kondisi tersebut banyak keluhan yang masuk. Pemkab berupaya agar seluruh kamar kelas III dapat memenuhi kelas rawat inap standar.

Penjabat Bupati Kotawaringin Barat Budi Santosa mengatakan, terkait dengan kekurangan ruang rawat inap di RSSI Pangkalan Bun, terlebih dahulu akan dikonsultasikan dengan direktur rumah sakit.

Baca Juga :  Hadapi Kemarau, PDAM Pangkalan Bun Perdalam Lokasi Sumber Air Baku 

RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun tidak hanya melayani masyarakat dari Kobar, namun juga masyarakat dari luar Kobar.

“Untuk kelas III kita akui memang kesulitan kekurangan kamar, kita konsultasikan dulu apakah nanti kita bangun gedung baru dengan APBD atau melalui bantuan dari pemerintah pusat,” ungkapnya. (tyo/yit)

 



Pos terkait