Tak Terima Ditegur Pemilik, Gerombolan Remaja Obrak-Abrik Warung di Istana Kuning

warung dirusak
SPANDUK TEGURAN: Pemilik warung akhirnya memasang spanduk bertuliskan larangan untuk nongkrong di warungnya paska pengrusakan oleh belasan remaja yang tidak dikenal, Sabtu (29/4) malam. (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Tidak terima ditegur, sejumlah remaja yang sering nongkrong dan minum minuman keras (miras) di kawasan alun-alun Istana Kuning, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengobrak abrik warung yang berada tepat di samping SDN 2 Raja.

Bukan hanya perabotan memasak, meja dan kursi yang berada dalam warung dihancurkan hingga berkeping-keping, di antara kelompok belasan remaja pria  tersebut juga terdapat remaja putri.

Bacaan Lainnya
Gowes

Peristiwa itu bermula ketika pemilik warung kuliner Anissa menegur sekelompok remaja putra dan putri yang saat itu duduk-duduk sambil merokok dan pesta miras, saat itu  remaja putri duduk dipangkuan remaja putra.

Perilaku remaja tersebut sudah sering diingatkan tetapi mereka tetap membandel dan melakukan perbuatan negatif di warung tersebut.

“Sebenarnya saya malas untuk mengangkat masalah ini, tapi berhubung sudah keterlaluan jadi saya keluhkan sekalian di media sosial,” ujarnya.

Baca Juga :  Akibat Rem Mendadak, Tiga Truk di Sampit Ini Saling Tabrak

Menurutnya warung miliknya berada tepat di turunan bukit Istana Kuning tepat di samping SD Negeri 2 Raja, kegeramannya beralasan karena semenjak puasa Ramadan kemarin banyak remaja putra dan putri yang nongkrong dalam warungnya.

Karena saat puasa libur sekolah, ia tidak membuka usahanya dan meja kursi dibiarkan saja berada di warung dengan tujuan apabila hujan turun dan ada warga yang berteduh dapat duduk sembari menunggu hujan reda.

“Saat awal – awal Ramadan itu banyak anak muda cewek dan cowok sering nongkrong dalam warung, ada yang lagi mabuk, ada yang nongkrong pacaran sampai larut malam, giliran diusir baru pergi,” ungkapnya.

Lanjut dia, puncaknya pada malam minggu, lantaran sudah capek menegur dan tidak digubris ia melaporkan ke Satpol PP Kobar, namun saat Satpol datang belasan remaja tersebut langsung kabur.

“Saat itu di warung ada remaja berpasang-pasangan yang sedang pangku-pangkuan, yang lain merokok, mungkin lantaran kesal saya laporkan mereka menghancurkan tempat usaha saya,” pungkasnya. (tyo/sla)

 

 

 



Pos terkait