Tertipu Transaksi sampai Belasan Juta, Wanita Ini Dapat Instruksi dari Telepon

Warga Danau Tundai Palangka Raya Endang Kumala Sari harus merelakan belasan juta uangnya melayang begitu saja
CEK INFORMASI: Aparat Polsek Pahandut melakukan pemeriksaan saat menerima informasi terkait adanya dugaan penipuan yang menimpa warga melalui telepon. (IST/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA Warga Danau Tundai Palangka Raya Endang Kumala Sari, harus merelakan belasan juta uangnya melayang begitu saja. Perempuan itu tertipu melalui panggilan telepon yang diduga menawarkan hadiah menarik untuknya dengan syarat harus menyetor sejumlah uang.

Informasi dihimpun Radar Sampit, korban tanpa sadar melakukan transaksi secara online sebanyak sepuluh kali melalui minimarket di Jalan Pilau. Dia melakukan itu berdasarkan petunjuk pelaku di ujung telepon hingga total transaksi mencapai Rp 17 juta.

Bacaan Lainnya

Korban baru sadar menjadi korban penipuan setelah pengelola minimarket menanyakan uang untuk membayar transaksi tersebut. Penjaga dan pengelola minimarket baru mengetahui korban ternyata tersambung dengan seseorang melalui headset. Pengelola sempat berkomunikasi dengan orang di ujung telepon, namun tak lama panggilan langsung diputus dan nomor itu tak bisa dihubungi lagi.

Kanit Reskrim Polsek Pahandut Iptu Yonika Winner Te’dang, Rabu (12/1), mengatakan, begitu mendapat informasi dugaan penipuan tersebut, pihaknya langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Hanya saja, polisi belum mendapat laporan resmi dari korban. Pasalnya, korban siap membayar transaksi yang dilakukannya ke pihak minimarket.

Baca Juga :  Komunitas Hidroponik Siap Ramaikan Gowes Kemerdekaan Radar Sampit

”Korban sudah membuat surat pernyataan bersedia mengganti uang sebesar Rp17 juta. Korban belum melapor secara resmi agar kasusnya ditindaklanjuti dan dilakukan pemeriksaan mendalam,” ujarnya.

Belajar dari kejadian itu, Winner mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya dalam iming-iming hadiah. Selain itu, lebih berhati-hati apabila ada seseorang yang tidak dikenal menghubungi dengan maksud memberikan hadiah.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol K Eko Saputro mengimbau masyarakat mewaspadai penipuan melalui telepon dengan beragam modus, di antaranya anak kecelakaan dan iming-iming hadiah.

Biasanya, kata Eko, modus penipuan anak kecelakaan mengatasnamakan pihak sekolah dengan memberikan keterangan bahwa anak korban yang berstatus siswa sekolah dasar mengalami kecelakaan akibat terjatuh dari tangga atau kamar mandi dan mengalami pendarahan di otak belakang. Kondisi itu perlu penanganan serius di rumah sakit.



Pos terkait