Upah Tak Dibayar, Pekerja Sawit Habisi Bosnya hingga Leher Nyaris Putus

pembunuhan
Ilustrasi. (M Faisal/Radar Sampit)

SAMPIT, RadarSampit.com – Tajar (46) tega menghabisi nyawa H Hadi Suwarno Warisman alias Warno lantaran kesal karena korban tidak membayar upahnya memupuk dan membersihkan sawit. Korban dihabisi secara brutal menggunakan parang hingga jasadnya dengan leher nyaris putus ditemukan warga di Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur.

”Saya dijanjikan upah Rp 1 juta, tapi dibayar hanya Rp 400 ribu saja. Saya disuruh kerja lagi,” kata tersangka saat pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotim, Senin (9/5).

Bacaan Lainnya

Tersangka menolak bekerja dengan alasan upah sebelumnya belum lunas dibayar oleh penjaga kebun sawit milik H Sutrisno tersebut. Padahal, dia memerlukan uang untuk biaya sekolah anaknya. Korban tetap tak mau membayar sisanya dengan alasan pemupukan yang dilakukan tersangka tidak sesuai.

Tersangka yang merasa dibohongi, lalu berniat menghabisi korban. Dia mendatangi pondok yang didiami korban sambil membawa parang. Tersangka kemudian memanggil korban agar keluar dari pondok.

Baca Juga :  Alumni Covid-19, Wabup Kotim Tetap Divaksin

Dalam kondisi masih menggunakan sarung, korban keluar. Saat itu tersangka langsung membacok tangannya. Korban berupaya menyelamatkan diri setelah ditebas tersangka.

”Waktu itu saya bacok dia berkali-kali. Saya tidak bisa lagi menahan emosi,” ucap warga asal Probolinggo, Jawa Timur, tersebut.

Perbuatan itu dilakukan tersangka pada 6 Maret lalu, sekitar pukul 04.00 WIB di jalan poros Tumbang Koling. Korban yang tewas mengalami luka pada tangan kiri, leher belakang, kepala, punggung, pinggang, dan kaki. (ang/ign)

Pos terkait