Meningkatkan pendidikan formal pegawai tenaga kontrak maupun honorer dinilai penting dilakukan. Hal tersebut untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang tentunya berujung pada perbaikan kinerja dan pelayanan pada masyarakat.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Peningkatan SDM tenaga kontrak dapat dilakukan salah satunya dengan mengikuti pembelajaran melalui program rekognitif pembelajaran lampau (RPL) yang tersedia di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR).
”Saya berharap seluruh tenaga kontrak terus mengupgrade pendidikan dan mengasah kemampuannya dengan melanjutkan pendidikan formal. Di masa sekarang, kuliah sudah semakin mudah, tidak lagi harus turun ke kampus, tetapi bisa kuliah melalui zoom meeting dengan tidak meninggalkan pekerjaannya sebagai pegawai,” kata Irawati, Wakil Bupati Kotim, Kamis (21/12/2023).
Kemudahan melanjutkan pendidikan formal di perguruan tinggi itu dapat dilakukan tidak hanya melalui program kuliah regular seperti pada umumnya yang harus datang ke kampus untuk mengikuti perkuliahan tatap muka. Pemerintah pusat telah menyediakan program RPL, di mana pegawai kontrak yang masih berpendidikan setara SMA dan Strata-1 bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi.
”Masih banyak tenaga kontrak dan honorer yang berpendidikan setara SMA dan S-1 di Kotim. Karenanya, pegawai yang belum memiliki gelar pendidikan formal dapat memperoleh pengakuan resmi yang dapat diikuti melalui program RPL. Program ini dapat menjadi peluang bagi masyarakat umum terutama tenaga kontrak untuk menambah pengetahuan dan keterampilannya,” kata Irawati saat membuka kegiatan sosialisasi peningkatan SDM melalui program RPL di Aula Sei Mentaya Kantor Bappelitbangda Kotim, Kamis (21/12).
Menurutnya, kemampuan dan kompetensi pegawai kontrak dan honorer di Kotim harus terus ditingkatkan. Hal itu bisa didapatkan dengan mendaftar kuliah melalui jalur program RPL di UMPR.
”Saya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya sosialisasi program RPL di UMPR yang tentunya menjadi tujuan dalam percepatan peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang secara terus menerus akan Pemkab Kotim upayakan,” ujar Irawati yang juga mengaku berkuliah di UMPR.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kotim Muhammad Irfansyah mengatakan, ada 100 guru atau tenaga pendidik yang diundang mengikuti kegiatan sosialisasi. ”Guru tekon saja yang diundang ada 100 orang dari perwakilan Kecamatan Baamang dan Seranau. Rata-rata mereka yang hadir di tengah-tengah kita saat ini lulusan pendidikan S-1 berjumlah 87 orang dan 13 lainnya tekon di lingkungan disdik yang masih belum S-1. Ini hanya perwakilan saja. Untuk tekon guru se-Kotim tentunya masih banyak lagi yang hanya lulusan SMA dan rata-rata lulusan S-1,” kata Irfansyah.
Rektor UMPR Muhamad Yusuf mengatakan, program RPL hadir untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya para pekerja. Baik di lingkungan pemerintah maupun swasta agar dapat melanjutkan pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi yang apabila dinyatakan lulus akan mendapatkan ijazah sebagai bukti dari hasil belajarnya.
”Program RPL di UMPR mulanya di uji coba penyelenggaraannya pada tahun 2021. Awalnya agak sulit memberikan pemahaman, saat itu baru lima program studi (prodi) dengan masing-masing prodi masih diisi dibawah lima mahasiswa dengan total 30-an mahasiswa dengan rata-rata kuliah tiga semester untuk pendidikan S-1,” kata Muhamad Yusuf yang turut hadir memberikan sosialisasi terkait program RPL UMPR.
Dalam pelaksanaannya selama beberapa tahun terakhir, program RPL di UMPR dinilai sukses menarik minat kalangan masyarakat. Terutama pekerja untuk menambah pengetahuan, teori, dan mendapatkan gelar pendidikan formal yang dibuktikan dengan ijazah. ”Dalam pelaksanaannya UMPR dinilai sukses. Makanya kami diberikan mandatory lagi oleh Kemendikbudristek yang tadinya hanya 5 prodi sekarang sudah 18 prodi dari total 25 prodi di UMPR yang sudah terselenggara melalui jalur program RPL,” ujarnya.








