WADUH!!! Belasan Pelajar Positif, Sekolah di Parenggean Diliburkan

Pemerintah Kecamatan Parenggean memutuskan kebijakan meliburkan sekolah setelah menemukan 15 kasus Covid-19 kluster pelajar
MELUAS: Puskesmas Parengean gencar melakukan tracking penularan Covid-19 di semua sekolah yang ada di ibukota Kecamatan Parenggean.

SAMPIT – Pemerintah Kecamatan Parenggean memutuskan kebijakan meliburkan sekolah setelah menemukan 15 kasus Covid-19 kluster pelajar. Kasus bermula ketika ada orang tua siswa pindahan dari Kota Palangka Raya yang memiliki anak yang bersekolah di SD Negeri 2 Parenggean.

“Setelah orang tuanya ketahuan positif, nakes di puskesmas langsung melakukan tracking dan testing di tempat anaknya bersekolah. Anaknya setelah diperiksa ternyata positif Covid-19, setelah itu gurunya ada tiga yang terpapar positif Covid-19,” kata  Camat Parengean Siyono, Rabu (23/2).

Bacaan Lainnya

Belum putus mata rantai penyebaran Covid-19, adik dari siswa yang positif Covid-19  juga dilakukan tes swab. Hasilnya positif Covid-19.

“Adiknya sekolah di Taman Kanak-Kanak (TK) Pembina juga terpapar positif Covid-19, setelah itu gurunya dites swab semua, hasilnya ada satu guru yang juga positif Covid-19,” katanya.

Tracking tak berhenti sampai di situ, nakes di Puskesmas Parengean gencar melakukan tracking di semua sekolah yang ada di ibukota Kecamatan Parenggean.

Baca Juga :  Kebanjiran, 15 Sekolah Belajar Daring

“Setelah dicek semua sekolah, ada empat siswa di SMA dan lima guru positif Covid-19. Melihat penyebaran kluster pelajar di sekolah begitu cepat, saya ambil tindakan dan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 untuk meliburkan sekolah di ibukota Kecamatan Parenggean sejak tanggal 17 Februari 2022 sampai waktu yang belum dapat ditentukan,” katanya.

Untuk diketahui, di  Kecamatan Parenggean ada tiga TK, dua SD, 1 SMP, 1 Madrasah, 1 SMA, dan 1 SMK serta satu Yayasan Al-Fajar semua diliburkan. “Semua sekolah yang ada diibukota kecamatan diliburkan. Untuk di desa-desa yang masih aman dari penyebaran Covid-19 tetap menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas dengan lama belajar  4 jam per hari,” katanya.

Kepala Puskesmas Parenggean drg Meliana Puspita Sari mengatakan, hingga saat ini belum ada penambahan kasus Covid-19 terbaru. Pihaknya pun masih gencar melakukan 3T (tracking, testing dan treatment) di Kecamatan Parenggean.

“Untuk sementara tidak ada penambahan kasus, masih 15 kasus dan semua gejala ringan sehingga mereka yang positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing sambil kami pantau dari tenaga kesehatan,” tandasnya. (hgn/yit)

Pos terkait