Wali Kota Ingin Optimalkan Lagi Penerapan Prokes

Prokes
PENGAWASAN : Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin usai melaksankan salat subuh berjamaah di masjid Raya Darusalam sembari mengingatkan masyarakat tentang protokol kesehatan.(ISTIMEWA/ HUMAS PROTOKOL)

PALANGKA RAYA– Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin  menyatakan, pemerintah akan terus berupaya menekan laju penyebaran Covid-19. Termasuk terus menekankan masyarakat untuk taat dan patuh atas penerapan protokol kesehatan (prokes).

Tidak hanya itu, pengawasan dan penegakan pemberian sanksi bagi pelanggar prokes juga akan terus ditegakkan, terutama di bulan Ramadan dan mendekati Idulfitri 1441 Hijriah/2021.

Bacaan Lainnya

”Saya pastikan terus berupaya untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Selain itu pengawasan, penegakan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan atau prokes terlebih selama ramadan, Idulfitri dan pasca Idulfitri akan digencarkan.Yakni untuk memastikan warga tidak berkerumun,” tegas wali kota, Rabu (5/5).

Fairid juga meminta kepada camat, lurah, ketua RT/RW, lebih optimal dalam menegakkan prokes.Yakni penggunaan masker, cuci tangan, hindari kerumunan dan menjaga jarak.

Ditegaskannya,semua harus lebih keras lagi dalam bergerak menerapkan prokes. Hal itu mengingat semua wilayah  kelurahan mempunyai potensi peningkatan kasus Covid-19 , jika prokesnya tidak ketat.

Baca Juga :  Pengunjung Tempat Wisata Abai Prokes Covid-19

”Maka itu PPKM mikro harus bergerak lebih intensif lagi, baik edukasi maupun penegasan aturan yang berlaku,” cetusnya.

Fairid juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjalankan prokes meskipun sudah menerima vaksin Covid-19-19, karena masih ada kemungkinan bisa tertular.Meskipun vaksin dapat mengurangi risiko keparahan infeksi Covid-19 yang terjadi pada seseorang.

Dijelaskannya, efektivitas vaksinasi Covid-19 hanya akan sempurna jika upaya pencegahan penularan lainnya telah dilaksanakan, sehingga masyarakat tidak boleh terlena hingga melupakan upaya pencegahan primer, yaitu penerapan protokol kesehatan.

“Jika kita bersungguh-sungguh dan bahu-membahu menjalankan kebijakan ini, maka mungkin bisa menekan laju penyebaran. Kita harus maksimal menekan peluang penyebaran vi Covid-19, khususnya di wilayah dengan laju penularan yang tinggi,”imbuhnya.

Fairid menambahkan,  masyarakat perlu mengetahui bahwa saat melakukan kegiatan, faktor tempat, kedekatan dan waktu sangat mempengaruhi besar peluang penularan. Menurutnya, semakin terbuka tempatnya akan semakin terlindungi dari penularan Covid-19 antar orang lain.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *