Warga keturunan Tionghoa Sambut Tahun Naga Kayu 

Berbagi Angpao, Tradisi yang Paling Ditunggu-tunggu

tahun baru imlek
IBADAH: Umat Vihara Karuna Maitreya Sampit sedang melakukan peribadatan menyambut Tahun Baru Imlek 2024, Jumat (9/2/2024) malam. (YUNI/RADAR SAMPIT) 

Salah satu tradisi yang melekat saat perayaan Imlek adalah berbagi amplop merah. Ini menjadi moment yang sangat ditunggu-tunggu anak anak-anak hingga kamu muda yang masih lajang.

====================

Bacaan Lainnya
Gowes

Warga keturunan Tionghoa dengan penuh suka cita menyambut datangnya Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili yang jatuh pada 10 Februari 2024. Sebelum datangnya tahun baru, mereka melaksanakan ibadah tutup tahun atau Xin Nian yang menandakan berakhirnya tahun 2574 Kongzili.

Ibadah tutup tahun berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah ibadah tutup tahun, mereka melanjutkan ibadah pada pukul 23.00 WIB, yakni  ritual menyambut tahun baru atau Bai Nian. Tahun ini berdasarkan lunar kalender merupakan tahun Naga Kayu.

Pengurus Vihara Karuna Maitreya Sampit, Ong Agus mengatakan, ibadah malam Tahun Baru Imlek dibagi dua sesi. Pertama diawali dengan puja bakti tutup tahun pukul 9 malam, dilanjutkan ibadah pukul 11 malam.

Baca Juga :  Parah! Jalur Lingkar Selatan Terus Dibiarkan

“Ibadah jam 11 malam diawali dengan ritual persembahan, kemudian ritual menyambut tahun baru atau Bai Nian, sekaligus juga memperingati hari kelahiran Buddha Maitreya,” ujar Ong Agus.

Selain ibadah yang digelar umat Buddha menjelang tahun baru Imlek, warga Tionghoa juga memiliki sejumlah tradisi yang selalu dijaga.  Mulai dari mempersiapkan makanan hingga bersih-bersih rumah dan altar tempat sembahyang. Tak lupa menyiapkan angpao untuk dibagikan saat tahun baru Imlek.

Pada saat malam tahun baru, biasanya masyarakat Tionghoa akan melakukan makan malam bersama yang biasanya dihadiri oleh seluruh anggota keluarga.

Salah satu warga keturunan Tionghoa Emilia mengatakan, makna dari perayaan Imlek baginya adalah waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Terutama keluarga yang lama merantau.

“Setiap tahun keluarga kami selalu merayakan Imlek. Momentum Imlek ini waktunya berkumpul dengan keluarga,” ujarnya.

Saat malam tahun baru Imlek, anggota keluarga diharapkan berada di rumah, meski sedang sibuk. Emilia mengaku hanya merayakan untuk lingkup keluarga. Usai perayaan Imlek, dirinya bersama keluarga juga mengisi liburan dengan pergi ke pantai.



Pos terkait