Wartawan Diminta Cerdas Gunakan Medsos

PWI Provinsi Kalimantan Tengah (kalteng) menggelar Orientasi Cara Cerdas Menggunakan Media Sosial di Palangka Raya, Selasa (14/9).(dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah (kalteng) menggelar Orientasi Cara Cerdas Menggunakan Media Sosial di Palangka Raya, Selasa (14/9) kemarin.

Kegiatan ini bertujuan, agar wartawan dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat sebuah berita informasi yang kognitif maupun tehnikal.

Hadir sebagai narasumber Plt Kadis Kominfosantik Kalteng Agus Siswadi dan Pakar/Praktisi Teknologi Informatika, Herkules.

Ketua PWI Kalteng  M Haris Sadikin mengatakan, kegiatan ini untuk lebih meningkatkan kemampuan wartawan dalam membuat literasi digital. Hal itu lantaran kedepan perkembangan teknologi semakin maju dan lebih berkembang serta tanpa batas.

”Ingat kedepan itu digitalisasi dalam profesi jurnalis akan berkembang dengan pesat,makanya hal ini yang ditekankan,” sebutnya.

Menurutnya, saat ini di kementerian Kominfo sudah disusun 10 elemen dasar kompetensi wartawan.Salah satunya memuat pemanfaatan media sosial (medsos) dalam mendukung pekerjaan seorang wartawan. Hingga hal itu lebih mendukung kinerja wartawan.”Ini juga diajarkan untuk menggunakan media sosial secara bijak,” sebutnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kominfosantik Provinsi Kalteng, Agus Siswadi mengatakan, era digital mengubah cara orang menerima informasi.Menurutnya para pengguna bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

“Pengaruh media sosial dalam masyarakat diantaranya dapat mengubah cara “berkomunikasi” dalam masyarakat, media sosial sebagai jaringan ilmu pengetahuan dan media sosial juga memiliki dampak positif juga negatif.” Sebutnya.

Dalam menyikapi media sosial secara bijak, Agus Siswadi mengajak untuk menjaga etika. Media sosial memang memberikan kebebasan bagi para penggunanya, tetapi bukan berarti bebas pula dalam beretika.

“Selalu menjaga etika, sopan santun, dan selalu bersikap respect kepada teman atau orang-orang yang terkoneksi di akun media sosial kita. Serta hindari penggunaan kata-kata kasar atau yang mengandung unsur SARA,”pungkasnya. (daq/gus)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *