SAMPIT, radarsampit.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya mememeriksa sejulah produk makanan dan minuman di Kota Sampit, Kamis (29/12). Hasilnya, BPOM menemukan produk pangan dengan kemasan rusak dan produk yang mendekati kedaluwarsa di beberapa retail.
Pemeriksaan dilakukan oleh petugas gabungan dari BPOM Palangka Raya bersama dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kotim, Dinas Kesehatan, Polres, dan Satpol PP. Petugas mendatangi enam lokasi.
“Enam sarana yang sudah kita datangi, dari enam sarana tersebut kita temukan banyak kemasan yang rusak, terutama makanan kaleng. Kalau dari produk parcel kita temukan batas kedaluwarsa yang mendekati. Memang belum kedaluwarsa di dalam kemasan parcel tersebut, hanya mendekati,” kata Ketua Tim BPOM Pengawasan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Etik Sumardani.
Kegiatan tersebut merupakan pemeriksaan rutin untuk menghindari peredaran makanan dan minuman kedaluwarsa dan bahan berbahaya, khususnya saat momentum Natal dan tahun baru.
Menurutnya, kemasan yang rusak terjadi karena faktor ketidaksengajaan, seperti ikan kemasan kaleng dan susu kental manis kaleng yang tersenggol oleh konsumen atau saat pemajangan pada rak toko. Terkait hal tersebut, pihaknya mengimbau pemilik toko dan distributor untuk menarik barang dari pajangan.
“Saat penerimaan barang harus koordinasi kepada karyawan. Penanganannya harus seperti apa. Pajangan itu tidak sengaja penyok bukan semata kesalahan dari toko. Bisa saja karena kemasan rentan jatuh,” terangnya.
Saat pemeriksaan, tim gabungan banyak menemukan parcel berisi produk makanan ataupun minuman yang mendekati kedaluwarsa. Padahal, batas waktu maksimal produk bahan pangan untuk isian parcel adalah enam bulan dari tanggal kedaluwarsa. Namun saat pemeriksaan
masih menemukan produk yang mendekati tanggal kedaluwarsa dalam kemasan parcel.
Pemeriksaan oleh tim gabungan hanya dilakukan di toko, swalayan dan retail besar di Kota Sampit. Dikarenakan di sarana ini merupakan titik kerawanan penjualan barang kedaluwarsa maupun kemasan rusak.
“Kami sudah rutin mengimbau dan mengawasi kepada pengelola toko, supermarket, swalayan dan retail. Termasuk juga pasokan hingga harga di pasaran,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disdagperin Kotim Kasiyan.
Sementara itu, pemeriksaan produk makanan dan minuman yang dilakukan oleh tim gabungan disambut positif pengelola retail modern di Kota Sampit. Dengan begitu, konsumen akan merasa aman saat berbelanja bahan pangan.
“Saya pikir ini bagus ya, sebagai bagian dari pengawasan dari BPOM, terutama untuk event-event Natal maupun tahun baru, mungkin nanti juga menjelang Ramadan sampai Idulfitri. Kita juga pelaku usaha merasa aman, fungsi pengawasan berjalan baik. Jadi mereka juga memastikan bahwa produk yang dijual ke konsumen produk masih layak, baik segi produk maupun kemasannya bagus,” kata Muhammad Fitrah, Store Manager Hypermart Sampit. (yn/yit)







