WASPADA!!! Sungai di Dalam Kota Sampit Penuh Semua

waspada banjir sampit
BERSIHKAN SALURAN: Petugas DPUPRPRKP Kotim membersihkan saluran air yang dipenuhi tumbuhan liar, beberapa waktu lalu. (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Hujan deras yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan sejumlah drainase yang mengalirkan air ke sungai dalam kondisi penuh. Kondisi itu membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Sebab, banjir mungkin terjadi di wilayah dalam Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Kepala Seksi Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerja Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kotim, Fahmi mengatakan, pihaknya telah melakukan survei terhadap sejumlah anak Sungai Mentaya, yakni Sungai Kali Baru, Sungai Pramuka, dan Sungai Mentawa. Semuanya dalam kondisi penuh.

Bacaan Lainnya
Gowes

”Kalau hari ini hujan dengan intensitas tinggi lagi, bisa banjir kembali,” ujarnya, Kamis (15/9).

Di samping itu, level muka air juga dinilai sudah jenuh untuk resapan ke dalam tanah. Hal ini membuat debit air di saluran sekunder lambat turun. ”Kita berdoa saja semoga tidak turun hujan deras dan lama,” tambahnya.

Baca Juga :  Ada Bonus Demografi, Teras Narang Gencarkan Kunjungan ke SMA

Dia mengakui DPUPRPRKP Kotim belum melakukan normalisaai skala besar. Khususnya di dalam kota. Sebab, selain terkendala anggaran, juga ada kendala permasalahan sosial yang sulit dilalui.

”Permasalahan sosial itu adalah lahan dan bangunan masyarakat yang berada di saluran drainase,” katanya.

Hal inilah yang menghambat penanggulangan masalah drainase di Kota Sampit. Sekalipun diturunkan alat berat, pihaknya terkendala membuang endapan lumpur sisa pengerukan.

”Kami harus memikirkan ke mana tempat membuang hasil galiannya. Mana mau masyarakat halaman rumahnya ditumpuk galian,” jelasnya.

Meskipun demikian, pihaknya tetap melakukan upaya untuk melancarkan saluran air, yakni dengan mengerahkan petugas mengawasi titik saluran yang biasanya tersumbat.

Hal tersebut dilakukan tidak  hanya saat hujan deras dan sudah terjadi banjir, namun juga dilakukan pada hari-hari biasa. Petugas rutin membersihkan saluran air dengan mengeruk dan menebas rumput liar yang kerap menghambat laju arus air.

Ke depannya, DPUPRPRKP Kotim menilai perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya yang tinggal berdekatan dengan saluran drainase, agar tidak mendirikan bangunan di atas saluran air. (yn/ign)



Pos terkait