PANGKALAN BUN- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan sebagai salah satu sarana perencanaan pembangunan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Masyarakat diberi ruang untuk terlibat dalam tahapan perencanaan pembangunan daerah dan bersifat inklusif terhadap kelompok masyarakat rentan termarginalkan serta aspirasi kelompok masyarakat yang tidak memiliki akses dalam mengambil kebijakan.
Untuk itu melalui musrenbang kecamatan, setiap rencana kegiatan yang diusulkan haruslah yang dapat dirasakan manfaatnya bagi kepentingan masyarakat secara umum.
Dengan mengusung tema “Akselerasi Ekonomi dan Sumberdaya Lokal disertai Peningkatan SDM Menuju Kobar Sejahtera dan Mandiri, dengan memprioritaskan pembangunan di bidang Pariwisata, Pertanian, dan Infrastruktur untuk Meningkatkan Pelayanan Publik”, penetapan skala prioritas harus dilakukan agar arah kebijakan pembangunan dapat berjalan efektif dan efisien serta sejalan.
Hal itu diungkapkan Bupati Kotawaringin Barat Hj.Nurhidayah saat membuka Musrenbang Kecamatan Pangkalan Lada pada Senin (7/2).
Selain Bupati, musrenbang juga dihadiri Ketua, Wakil Ketua I dan II DPRD, para Ketua Komisi serta anggota Dapil DPRD, Kepala SOPD, Camat Lada, kepala desa di Kecamatan Pangkalan Lada, Ketua BPD di Kecamatan Pangkalan Lada beserta anggota, tokoh agama serta tokoh masyarakat.
“Melalui pelaksanaan musrenbang hari ini, saya harap menjadi media interaktif bagi segenap stakeholder kecamatan untuk menetapkan program dan kegiatan kecamatan serta rekomendasi kebijakan guna mendukung implementasi program tahun anggaran berikutnya,” kata Hj. Nurhidayah.
Bupati berharap musrenbang kecamatan dapat menciptakan sinergi dan koordinasi yang baik dari berbagai unsur agar tujuan akhir berupa kesepakatan usulan dalam musrenbang kecamatan dapat menjadi landasan pemerintah daerah untuk mewujudkan percepatan pembangunan dan pemerataan ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Kobar.
Dalam Musrenbang ini juga diramaikan beberapa UMKM yang memasarkan produk yang mereka buat. Ada beberapa UMKM yang terlibat yakni UMKM Maju Sejahtera dari Desa Pangkalan Dewa, UMKM Desa Pandu Sanjaya dan UMKM Sejahtera dari Desa Sungai Melawen.








