Sebagai pilar keempat demokrasi, Surat Kabar Harian Radar Sampit hadir menjalankan tugas jurnalistik untuk kepentingan masyarakat banyak. Menyerap aspirasi rakyat, koran ini jadi jembatan acuan penentu kebijakan menjalankan roda pembangunan.
=========== | radarsampit.com
Eksistensi dan keberadaan Surat Kabar Harian Radar Sampit sejak 17 April 2006 silam, terus bertahan hingga sekarang. Terbit perdana dengan markas di Sampit 18 tahun silam, koran ini jadi saksi berkembangnya kota yang dijalankan elite pemerintahan.
Selama berdiri, Radar Sampit mencatat langsung transisi kepemimpinan dari daerah sampai pusat pemerintahan. Tindak tanduk pemimpin hingga sejumlah kebijakan yang dikeluarkan, tak jarang jadi sasaran kritik ataupun dukungan.
”Sejak Radar Sampit berdiri, koran ini selalu berusaha berpijak pada rakyat yang jadi sumber pengabdian wartawan,” kata Siti Fauziah, Direktur Utama Radar Sampit, Selasa (16/4/2024).
Menurutnya, bertahan selama belasan tahun dalam bisnis media massa cetak tak mudah. Apalagi dalam sepuluh tahun terakhir, ketika arus digitalisasi semakin kuat mengakar di masyarakat. Konten yang mendalam dan bekualitas jadi kunci bertahan.
Fauziah menegaskan, Radar Sampit berusaha menjaga kualitas berita. Para pemburu berita dan fakta di lapangan, ditekankan menggali informasi selengkap mungkin. Berpegang pada kode etik jurnalistik, wartawan juga ditekankan untuk disiplin verifikasi.
”Hal itu penting, agar jangan sampai Radar Sampit menyebarkan hoaks. Sebaliknya, kami berusaha melawannya dengan menyajikan fakta terpercaya,” ujar perempuan yang juga menjabat Ketua PWI Kotim ini.
Lebih lanjut Fauziah mengatakan, liputan mendalam yang kerap disajikan Radar Sampit, beberapa kali meraih penghargaan. Baik di tingkat lokal hingga nasional. Jumlahnya mencapai 50 lebih penghargaan, baik Radar Sampit sebagai media massa maupun wartawan yang bernaung di dalamnya.

”Prestasi itu terus kami jaga sampai tahun lalu. Beberapa wartawan Radar Sampit meraih penghargaan tingkat nasional. Bahkan, ada yang pernah menjadi juara. Ini jadi pembuktian kami berupaya menjaga kualitas berita yang disajikan,” ujarnya.
Fauziah menambahkan, eksistensi Radar Sampit juga turut andil dalam pembangunan. Sorotan tajam terhadap kebijakan sampai kritikan di bidang intrastruktur, sebagian besar jadi acuan pemimpin mengambil kebijakan.
Dia mengambil contoh ruas jalan Sampit-Bagendang yang beberapa tahun silam jadi momok masyarakat saat melintas. Kerusakan parah jalan yang terus jadi bahan pemberitaan, akhirnya jadi acuan pemerintah membangun jalan tersebut hingga kini mulus dan lebih nyaman dilintasi.
Pada usianya yang ke-18 tahun, Fauziah juga berterima kasih pada semua kalangan, mulai dari masyarakat bawah sampai pejabat pemerintahan, yang tetap menjadikan Radar Sampit acuan dalam memberikan informasi. Serta kalangan pengusaha dan mitra lainnya yang tetap menjaga kerja sama dengan Radar Sampit sebagai salah satu unsur pilar keempat demokrasi.
Jembatan Informasi antara Pemerintah dan Masyarakat
Kiprah Radar Sampit selama belasan tahun dirasakan betul manfaatnya oleh Bupati Kotim Halikinnor. Koran ini menjadi salah satu jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.
”Sejak kehadirannya, Radar Sampit terus membawa manfaat untuk warga Kotim dan umumnya di Kalteng dengan menyampaikan berita yang aktual terkait perkembangan pembangunan pemerintah, ketertiban masyarakat, dan masalah sosial di Kalteng, khususnya Kotim,” kata Halikinnor, Senin (8/4/2024).
Halikinnor mengaku banyak menerima informasi, terutama pembangunan di Kotim, termasuk perbaikan jalan dari berita yang disajikan Radar Sampit. Contohnya ketika ada masalah terkait kerusakan jalan, melalui pemberitaan itu, bisa cepat menjadi perhatian publik dan segera ditangani pemerintah daerah.







