Ada Apa Ini? Ratusan Ternak Babi di Kotawaringin Timur Mati Mendadak

Babi
ilustrasi peternakan babi

SAMPIT, radarsampit.com – Sejumlah peternak babi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dikagetkan dengan kematian ratusan ekor ternak mereka. Kondisi yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir itu menyebabkan petani resah.

Nitorio, warga Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, mengatakan, sejak beberapa hari terakhir puluhan ekor ternak babi miliknya harus dikubur. Ternak itu mati mendadak. Ada pula yang sakit dan tak mau makan selama beberapa hari.

Bacaan Lainnya

”Punya saya hampir 30 ekor sudah dikuburkan. Usianya ada yang empat hingga delapan bulan dengan bobot sampai 70 kilogram per ekor,” ujar Nitorio.

Lebih lanjut dia mengatakan, kematian ternak tersebut berawal ketika hewan itu tidak mau makan. Setelah itu muncul gangguan terhadap pencernaan disertai demam. ”Tapi, ada sebagian yang mendadak juga matinya. Sore ini sehat, besok pagi sudah mati,” katanya.

Baca Juga :  NAH LHO!!! Ketua DPRD Peringatkan Dinas PU Kotim soal Perbaikan Jalan di Ruas Ini

Kejadian itu membuat pihaknya merugi hingga puluhan juta rupiah. Kondisi tersebut sudah pernah terjadi beberapa tahun lalu, yang juga menyebabkan ribuan ternak mengalami kematian serupa.

”Kami berharap pemerintah daerah bisa membantu untuk mencegah ternak kami yang masih tersisa. Padahal kami baru saja bangkit setelah merugi puluhan juta sebelumnya karena penyakit babi seperti ini juga,” ujarnya.

Peternak lainnya, Tasman, menuturkan, dari sembilan ekor babi miliknya, empat ekor di antaranya mati. Adapun ternak yang mati itu tak dikonsumsi, karena dikhawatirkan menyebabkan penyakit pada manusia.

”Kalau sudah kelihatan sakit, tinggal menunggu waktu. Mau diberi obat juga tidak tahu obat apa. Kalau mati ya dikubur. Kami tidak berani konsumsi, takutnya jadi penyakit pada manusia,” katanya. (ang/ign)



Pos terkait