Apes!!! Disergap di Simpang Runtu, Sabu Hasil Utang Gagal Beredar

sabu ngutang
PENGEDAR SABU: Tiga jaringan narkoba lintas provinsi asal Kabupaten Kobar di bekuk di Simpang Runtu, nampak 3 tersangka dihadirkan saat pers rilis di Mapolres Kobar, Jumat (20/1). (SULISTYO/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Narkotika jenis sabu-sabu dan pil ekstasi gagal beredar. Mobil berpenumpang tiga orang yang diduga membawa narkotika jenis sabu disergap oleh Satnarkoba Polres Kobar dan Polsek Pangkalan Lada di Jalan Trans Kalimantan Kilometer 35, simpang Runtu, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu (18/1) pukul 01.00 WIB.

Mobil jenis Ayla tersebut baru datang dari Pontianak dan rencananya akan ke Pangkalan Bun. Diduga tiga orang tersebut adalah bagian dari jaringan Pontianak yang baru mengambil sabu dari salah seorang bandar.

Bacaan Lainnya

Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono mengatakan, setelah mendapat informasi bahwa akan ada satu mobil jenis Ayla warna hitam dari arah Lamandau yang diduga membawa narkotika, langsung dilakukan koordinasi dengan Polsek Pangkalan Lada dan dilakukan razia di Simpang Runtu.

“Saat mobil Toyota Ayla dengan nomor polisi KH 1754 GV melintas, langsung diberhentikan, dan tiga orang di dalam mobil langsung diamankan,” terangnya, Jumat (20/1).

Tiga tersangka tersebut berinisial AS (60), warga Jalan Bhayangkara BTN Griya Sampuraga RT 26 Kelurahan Madurejo, AF warga Jalan Ahmad Yani, RT 18 RW 06 Kelurahan Baru, dan RI, warga Desa Sumber Agung RT.05 RW.02 Kecamatan Pangkalan Lada.

Baca Juga :  Roda Enam Dilarang Melintas

Setelah tiga orang diamankan, lalu dilakukan penggeledahan. Di bagian bagasi belakang ditemukan cover mobil dan ketika diturunkan dan diperiksa di bawah cover mobil tersebut terdapat potongan plastik hitam yang berisi 1 bungkus narkotika jenis sabu dengan berat kotor 101,1 gram.

“Bukan hanya itu, ada juga plastik klip berisi 5 butir pil ekstasi dengan berat kotor 1,48 gram, barang bukti narkotika dan barang bukti lainnya diakui milik AS,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, AS merupakan bandar narkotika sementara AF dan RI sebagai kurir. Dan berdasarkan interogasi bahwa narkotika jenis sabu dan ekstasi tersebut didapatkan dari seorang bandar di Kota Pontianak seharga Rp15 juta.

Namun, uang yang dibayarkan baru sebatas uang muka dan masih belum lunas. dan rencananya sabu tersebut akan diedarkan di Pangkalan Bun dan dipecah dengan paket hemat seharga Rp100 ribu dan Rp300 ribu per paket.

Pos terkait