AWAS!!! Jangan Lambat Bawa Anak Berobat, Harus Waspada jika Anak Jarang Kencing

ilustrasi gagal ginjal
Ilustrasi. (net)

SAMPIT, radarsampit.com – Dinas Kesehatan Kotim mengeluarkan surat edaran untuk RSUD dr Murjani Sampit, RS Pratama Parenggean, RS Pratama Samuda, dan sejumlah pihak lainnya agar tak menjual obat dalam bentuk sirop. Di sisi lain, orang tua juga diminta waspada dan segera membawa anak ke rumah sakit jika terjadi indikasi gangguan ginjal, seperti penurunan volume urine.

”Dalam edaran itu, kami tidak ada melarang, tetapi mengimbau masyarakat, fasilitas kesehatan, seluruh apotek, toko obat, swalayan yang menjual obat sirop agar lebih waspada dan berhati-hati terhadap kandungan tiga zat berbahaya yang ada dalam obat tertentu. Kami mengimbau apotek dan toko obat tidak memperjualbelikan. Dokter yang bertugas di rumah sakit dan puskesmas agar tidak meresepkan dan masyarakat lebih berhati-hati, tidak mengonsumsi sirop sampai ada keputusan dari Kemenkes,” kata Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi, pekan lalu.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Razia Polisi Belum Bikin Jera Pemilik Knalpot Brong

Lebih lanjut Umar mengatakan, Kemenkes telah meneliti pasien balita yang terkena Accute Kidney Injury (AKI), terdeteksi memiliki tiga zat kimia berbahaya, yaitu ethylene glycol-EG, diethylene glycol-DEG, ethylene glycol butyl ether-EGBE.

Ketiga zat kimia ini merupkan imputities dari zat kimia ”tidak berbahaya”, polyethylene glycol yang sering digunakan sebagai solubility enhancer di banyak merek obat-obatan jenis sirop.

Beberapa jenis sirop yang digunakan pasien balita yang terkena AKI, terbukti memiliki EG, DEG, EGBE, yang seharusnya tidak ada atau sangat sedikit kadarnya di obat-obatan tersebut.

”Obat-obatan yang diproduksi di Indonesia dan belasan hingga puluhan tahun saya yakin sudah memenuhi standar. Dikhawatirkan obat-obatan yang dimaksud (mengandung zat berbahaya) berasal dari India. Ini yang masih diteliti lebih lanjut,” ujarnya.

Pos terkait