Bambang Suherman: Jangan Alihfungsikan Lahan Pertanian

sawah desa palih baru
PERTANIAN: Wakil Ketua II DPRD Kobar Bambang Suherman bersama PJ Bupati Kobar  meninjau tanaman padi di Desa Palih Baru.   

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat diminta fokus melakukan pembinaan dan memberikan perhatian lebih kepada sejumlah desa yang fokus terhadap tanaman pangan.

Dengan harapan melalui perhatian yang ekstra kedepan tidak ada alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kobar Bambang Suherman  usai peresmian pabrik penggilingan padi di Desa Palih Baru, Kecamatan Kotawaringin Lama, baru-baru ini.

Menurutnya, lahan pertanian atau lahan tanaman pangan yang sudah ada saat ini jangan sampai menjadi lahan sawit, mengingat kebutuhan bahan pokok masih banyak didatangkan dari luar daerah. Petani lokal Kobar baru bisa memasok  30 persen kebutuhan besar, sedangkan 70 persennya dari luar daerah.

“Bukan berarti tanaman sawit tidak bagus, tetapi perlu adanya keseimbangan dan yang sudah menjadi lahan pertanian tanaman pangan agar tidak dialihkan fungsinya,” harapnya.

Baca Juga :  Nekat Cintai Wanita Bersuami, Akhirnya Berujung Gantung Diri

Bambang mengapresiasi atas peresmian penggilingan padi di Desa Palih Baru oleh Penjabat Bupati Kobar. Adanya pabrik atau mesin penggilingan padi ini menjadi harapan besar semua masyarakat untuk peningkatan produktivitas padi khususnya di Desa Palih Baru.

Ia berharap pemerintah daerah terus memberikan perhatian supaya para petani tidak putus asa dan beralih fungsi menjadi lahan perkebunan.

“Maunya di setiap masing-masing desa ada yang diunggulkan, seperti Desa Ipuh, harapan saya bisa menjadi sentra bawang merah, karena di desa ini ternyata cocok untuk tanaman bawang. Sedangkan Palih Baru khusus padi, sehingga lahan-lahan yang ada agar terus dipertahankan dan dikembangkan,” pintanya.

Ketahanan pangan di Kobar masih banyak dipasok dari luar daerah. Ini harus benar-benar menjadi perhatian pemerintah daerah.

Karena hampir semua membanggakan tanaman pangan terutama padi, tetapi faktanya tidak banyak yang mau menanam. Pada kesempatan ini dia menegaskan tidak hanya Palih Baru, tetapi desa-desa lain yang sudah menjadi sentra tanaman pangan agar benar-benar dijaga. (sam/yit)



Pos terkait