Banjir Kalteng Semakin Parah, Gubernur Salahkan Perusahaan

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menuding perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pemegang izin hutan tanaman industri (HTI) menjadi salah satu biang parahnya banjir
KUNJUNGAN: Gubernur Kalteng Sugianto Sabran meninjau langsung posko pengungsian di kawasan Pasar Kahayan, Jumat (19/11). (IST/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menuding perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pemegang izin hutan tanaman industri (HTI) menjadi salah satu biang parahnya banjir yang terjadi belakangan ini. Dia meminta investor tak hanya mengeruk keuntungan, namun juga menjaga kualitas dan keseimbangan lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Sugianto saat meninjau posko pengungsian di kawasan Pasar Kahayan Palangka Raya, Jumat (19/11). Menurutnya, salah satu penyebab banjir di sejumlah daerah di Kalteng, akibat banyaknya sungai kecil yang hilang dan terjadi pendangkalan.

Bacaan Lainnya

Menurunnya daya tampung air tersebut, kata Sugianto, lantaran banyak perusahaan sawit dan HTI di hulu yang menanam sawit di pinggir sungai. Jaraknya hanya sekitar 50 meter dari bibir sungai.

Dia menegaskan, pinggiran sungai harus direboisasi dan ditanami pohon. Apabila hal itu tidak dilakukan dan terus dibiarkan, maka bisa saja 50 tahun kemudian sungai besar di Kalteng, seperti Sungai Kahayan akan hilang. Pengerukan harus dilakukan agar daya tampung air semakin besar.

Baca Juga :  Nekat Cintai Wanita Bersuami, Akhirnya Berujung Gantung Diri

Menurut Sugianto, banjir di Kalteng yang terus terjadi merupakan akumulasi dampak dari berbagai hal. Baik curah hujan hingga perusahaan besar perkebunan sawit  dan HTI yang tak menjaga lingkungan. Dia mengharapkan pengambil kebijakan di masing-masing daerah menginstruksikan perusahaan agar tidak menanam sawit di pinggir sungai.

”Harus dibuat aturan baku, minimal (menanam dengan jarak) 500 meter dari pinggir sungai,” katanya.

Sugianto menekankan, perusahaan besar wajib menjaga lingkungan dan harus meminimalisir sedini mungkin kerusakan alam. Kendati investasi sangat diperlukan untuk kemajuan daerah, hal utama yang tak boleh dilupakan adalah menjaga lingkungan.

Pos terkait