“Bekanjur” Hiburan Warga Saat Banjir Melanda

BEKANJUR: Warga memanfaatkan momen banjir untuk bekanjur di Sungai Arut dan aktivitas ini menjadi hiburan warga saat banjir melanda. (ISTIMEWA /RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Banjir yang terjadi di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat tidak membuat warganya terlalu larut dalam kesedihan. Adanya banjir justru dimanfaatkan warga untuk hiburan dengan tradisi Bekanjur di Sungai Arut.

Derasnya arus Sungai Arut tidak membuat warga takut, mereka terlihat bergembira dengan Bekanjur atau main di sungai sambil mengikuti arus. Tradisi ini dilakukan saat banjir besar.

Saat sore hari, aktivitas di sungai mulai ramai. Masyarakat di sekitar bantaran Sungai Arut mulai dari anak kecil hingga orang dewasa akan turun ke sungai. Sebagian besar di antara mereka membawa ban dalam bekas sebagai pelampung.

Peserta Bekanjur ini jumlahnya cukup banyak, bisa mencapai puluhan orang. Sehingga aktivitas masyarakat yang hilir mudik di sungai dengan membawa pelampung sangat banyak.

Sementara masyarakat lain juga memanfaatkan momen ini sebagai hiburan kala banjir. Karena hal ini jarang terjadi dan hanya bisa dijumpai saat banjir besar saja.

Tio salah satu warga yang ikut Bekanjur mengatakan bahwa dirinya sudah terbiasa berenang di sungai. Hanya saja saat banjir besar ini yang mandi dan berlarut di sungai mengikuti arus  makin banyak.

“Kalau hari biasa paling mandi dan berenang saja. Saat banjir yang Bekanjur banyak dan sensasinya beda karena arusnya lebih deras. Asyik saja karena banyak orang yang ikut,” kata Tio warga Kelurahan Mendawai.

Menurutnya sudah seminggu lebih Bantaran Sungai Arut terendam banjir. Namun warga sudah terbiasa dengan kondisi itu. Justru dengan banjir, warga bis Bekanjur untuk hiburan.

“Ini hiburan unik dan asyik bagi kami warga asli sini. Memang sejak saya kecil kalau banjir besar turun ke sungai membawa pelampung. Tujuannya agar tidak terseret arus deras,” jelasnya.

Tidak heran, jika satu kelompok merakit ban dalam bekas dan dinaiki bersama. Momen seperti ini sangat jarang terlihat dan saat banjir besar saja dilakukan oleh warga. (rin/sla)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *