Alat peraga kampanye menjadi senjata bagi peserta pemilu untuk menarik simpati masyarakat sebagai pemilih. Namun, pemasangan yang serampangan jelas tak boleh diberi ruang. Selain melanggar aturan, pemasangan APK sembarangan juga bisa mengganggu banyak orang.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama Pemkab Kotim akhirnya menetapkan titik lokasi alat peraga kampanye (APK) yang nantinya akan dipasang partai politik peserta pemilu. Hal tersebut disepakati dalam rapat koordinasi yang digelar di Rumah Pintar Pemilu, Kamis (16/11/2023).
”Pertemuan rapat koordinasi bersama instansi terkait di Pemkab Kotim membahas ketentuan pemasangan APK dan menetapkan titik lokasi APK yang diperbolehkan dipasang oleh peserta pemilu,” kata Muhamad Tohari, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kotim, Kamis (16/11/2023).
Masa kampanye akan berlangsung selama 75 hari. Dimulai pada 28 November-10 Februari 2024. Selama masa kampanye, peserta pemilu diharuskan melaporkan kegiatan pertemuan kampanye rapat umum dan KPU akan mencatat atau mendata berapa kali kampanye dilakukan oleh parpol peserta pemilu.

Dalam penentuan lokasi APK, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kotim dalam beberapa minggu terakhir melakukan survei ke lapangan dan menentukan titik yang diperbolehkan dipasang. Tersebar di 409 titik di 17 Kecamatan se-Kotim.
APK dimaksud berupa baliho, papan reklame, umbul-umbul, dan spanduk yang berisi informasi tentang pencalonan peserta pemilu. Selain itu, KPU Kotim juga menetapkan satu titik lokasi pertemuan kampanye rapat umum di masing-masing kecamatan.
Dari rapat tersebut, KPU menetapkan ketentuan aturan pemasangan APK di atas tanah, gedung milik pemerintah atau lainnya. Termasuk bangunan di persimpangan jalan masing-masing sisi kanan dan kiri berjarak 5 meter.
”Sesuai kesepakatan bersama dalam rapat koordinasi yang kami laksanakan, pemasangan APK di bahu jalan diperbolehkan atau diizinkan selama masa kampanye berlangsung, dengan syarat tidak menutupi penglihatan pengendara dan tidak mengganggu pengguna jalan,” kata Tohari.








