Berburu Pernak-pernik Imlek Jelang Tahun Naga Kayu

Menjaga Tradisi Tak Terputus, Kertas Angpao Laris Manis

tahun baru imlek
PERNAK-PERNIK: Seorang warga keturunan Tionghoa berbelanja pernak-pernik untuk perayaan Tahun Baru Imlek 2024, Rabu (7/2/2024). (YUNI/RADAR SAMPIT)

Menyambut tahun baru Imlek 2024/2575, warga keturunan Tionghoa di Kota Sampit berupaya menjaga tradisi leluhur mereka. Beragam pernak-pernik diburu.

YUNI PRATIWI, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Cindra, warga Sampit keturunan Tionghoa, tampak sibuk memilih aneka pernak-pernik Imlek. Alat sembahyang dan beragam keperluan lain yang menjual pernak-pernik Imlek ”diubek-ubek”.

”Setiap tahun rutin pasti beli pernak-pernik Imlek supaya lebih bagus. Lebih seru, biar suasana rumah lebih terang. Selain pernak-pernik, saya juga beli Hio, lampu minyak, kertas angpao, dan lainnya,” kata Cindra.

Menurutnya, pernak-pernik Imlek biasanya dipasang bersama anggota keluarga lainnya sebelum tanggal 10 Februari 2024, sehingga ketika makan malam keluarga untuk menyambut Imlek atau Chinese New Year di rumah, telah siap dengan berbagai pernak-pernik yang didominasi warna merah dan emas.

”Pernak-pernik yang dibeli biasanya menyesuaikan dengan shio tahun ini, karena setiap tahun shio berganti,” ujarnya.

Cindra mengaku membeli keperluan menyambut Tahun Baru Imlek hanya di dalam kota, tidak sampai berburu keluar kota. Sebab, menurutnya, toko pernak-pernik di Sampit saat ini cukup lengkap menjual berbagai keperluan untuk Imlek maupun alat untuk sembahyang.

Baca Juga :  Tunggakan Pelanggan PDAM Sampit Tak Aktif Capai Rp3,3 Miliar

”Tempat ini lengkap. Jadi, kita cari apa pun tersedia untuk keperluan menyambut Imlek, angpao. Berbagai macam gambarnya dan selalu update. Apalagi setiap tahun kalau Imlek selalu ada shio tertentu dan di tempat ini selalu update dan selalu baru barangnya,” katanya.

Tidak ada budget khusus yang disiapkan Cindra menyambut Tahun Baru Imlek. Dia mencari keperluan Imlek ataupun alat untuk sembahyang yang memang diperlukan.

”Budget khusus tidak ada. Yang kami beli ini untuk sembahyang terutama. Jadi, kalau memang perlu, kami ambil,” sebutnya.

Perayaan Imlek sudah menjadi tradisi turun-temurun yang selalu dilakukan setiap tahun di keluarganya. Apalagi Tahun Baru Imlek menjadi momen berkumpul keluarga.

”Di keluarga, setiap tahun pasti merayakan Imlek, supaya tradisi tidak terputus di kami saja. Biar berkelanjutan terus,” tutur Cindra yang merayakan Imlek di kota kelahirannya, Sampit.



Pos terkait