BPJS Ketenagakerjaan Pangkalan Bun Sosialisasikan Manfaat Jamsostek ke Anggota Ikatan Apoteker Indonesia

bpjs tk pkn
BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) melakukan sosialisasi Inpres Nomor 2/2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah pada Minggu 25 Februari 2024.

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) melakukan sosialisasi Inpres Nomor 2/2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah pada Minggu 25 Februari 2024.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pekerja tentang manfaat perlindungan sosial yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Bacaan Lainnya

Dalam acara ini, peserta mendapatkan informasi tentang program-program yang ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan, termasuk jaminan hari tua, jaminan kematian, dan jaminan kecelakaan kerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkalan Bun, Yadi Hadriyanto mengatakan, sosialisasi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada para apoteker di Kotawaringin Barat.

“Jadi selama ini memang sudah ada yang terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Tapi masih banyak yang belum terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jadi dengan kegiatan sosialisasi ini, apoteker wajib terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Yadi disela sela kegiatan.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Pangkalan Bun Sosialisasikan Jamsostek Saat Safari Ramadan

Yadi juga menegaskan bahwa dengan kegiatan sosialisasi ini, semua para tenaga apoteker yang bernaung di IAI Kotawaringin Barat wajib terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

“Sosialisasi ini dilaksanakan juga untuk meningkatkan pemahaman pekerja dan pemberi kerja tentang manfaat lima program BPJS Ketenagakerjaan yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP),” terangnya. (*)



Pos terkait