Bupati Halikinnor Resmikan Pengering Padi di Desa Lampuyang 

halikinnor
PERESMIAN: Bupati Kotim Halikinnor meresmikan bangunan dryer sekaligus uji coba mesin pengering vertikal dryer di Poktan Karya Utama I di Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit, Senin (22/4/2024). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meresmikan bangunan vertical dryer atau pengering padi di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Senin (22/4/2024).

Halikinnor didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim Sepnita melakukan uji coba mesin vertical dryer.

Bacaan Lainnya

Kepala DPKP Kotim Sepnita mengatakan, bangunan dryer tersebut merupakan pengadaan tahun anggaran 2023  dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Mesin pengering tersebut memiliki kapasitas 10 ton gabah.

“Namun enam ton pun bisa untuk dioperasikan, dengan kemampuan melakukan pengeringan 0,8-1,4 persen tergantung kadar air gabah tersebut,” kata Sepnita.

Jenis padi yang ada di Kotim seperti varian siam epang dengan kadar air 14 persen butuh waktu delapan jam penjemuran, sedangkan jenis padi lainnya membutuhkan waktu 10-11 jam lamanya.

“Dengan adanya alat pengering ini dapat membantu petani di Desa Lampuyang, terutama saat masuk musim penghujan, sehingga waktu pengeringan dapat lebih efisien,” sebutnya.

Baca Juga :  Ingatkan Jangan Menyerah, Kekompakan Jadi Kunci Eksistensi Radar Sampit

Sepnita menambahkan, kegiatan kemarin merupakan realisasi program penyediaan dan pengembangan sarana pertanian dari DAK yang dialokasikan sebanyak dua unit untuk dua kelompok tani di Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit.

Penyediaan bangunan dan alat vertical dryer merupakan suatu terobosan yang dilakukan pemerintah daerah dalam rangka peningkatan kualitas hasil gabah, dimana mesin pengering dengan sistem sirkulasi yang terdiri dari ruang pengering dan perlengkapan pendukung lainnya yang berfungsi untuk menurunkan kadar air sampai dengan kadar air tertentu sesuai standar, dengan cara menghembuskan atau menghisap udara panas.

“Gabah yang dihasilkan dari pengeringan menggunakan vertical dryer memiliki kualitas sesuai dengan standar yang nantinya akan menghasilkan beras berkualitas yang diharapkan mampu bersaing di pasaran,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor menilai penggunaan vertical dryer akan menurunkan kehilangan hasil, menekan tingkat kerusakan gabah, meningkatkan daya simpan serta dapat mengatasi kondisi cuaca dengan tingginya curah hujan yang tidak memungkinkan petani melakukan proses penjemuran.



Pos terkait