Bupati Kotim Tegaskan Hal Ini soal Transportasi di Sungai Mentaya

bupati kotim halikinnor
SOROTI PEMBENAHAN TRANSPORTASI: Bupati Kotim Halikinnor saat menghadiri Harhubnas di Pelabuhan Laut Sampit, Senin (22/9). (DOK.YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyatakan, agar moda transportasi bisa berjalan dengan baik, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Khususnya jajaran Dinas Perhubungan Kotim.

”Ada beberapa hal yang menjadi perhatian bersama, misalnya bagaimana pelabuhan pengumpan sekaligus barang bisa maksimal. Termasuk juga Pelabuhan Pelangsian punya pemerintah daerah, itu sudah operasional. Harapannya, ke depan itu menjadi pelabuhan laut agar bisa bongkar buat barang, sehingga ini nantinya menjadi salah satu potensi pendapatan asli daerah,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Kemudian, rencana pembuatan Tol Sungai Mentaya. Halikinnor menuturkan, pre-feasibility study (pre-FS) telah selesai. Saat ini sedang dilaksanakan kerja sama dengan pihak ketiga berupa pengerukan alur Sungai Mentaya, namun tidak mengganggu sistem yang ada.

”Kalau di kota ada rol darat, kita tol sungai. Nanti di sini ada kesepakatan juga, dengan rencana penggunanya beberapa perusahaan besar, karena selama ini kelemahan kita di Sungai Mentaya ini adalah sungai ini lebar, tapi di muaranya sangat dangkal, karena terakhir di keruk tahun 2015,” ucapnya.

Baca Juga :  KUA-PPAS 2022 Kotim Turun Sebesar Ini

Menurutnya, Sungai Mentaya memang sudah harus dikeruk. Sebab, sejumlah kapal biasanya menunggu air pasang baru bisa masuk Sampit. Selain itu, selama ini juga tidak bisa mengangkut barang dalam tonase yang besar, karena kondisi alur sungai yang tidak memadai. Dia berharap nanti dengan kedalaman 9-12 meter, kapal dengan bobot 15.000 – 20.000 ton itu bisa langsung ke Pelabuhan Laut Sampit.

Pos terkait