Cara Warga Kompleks Anggur Dua Membangun Pos Satuan Keamanan Lingkungan

Pengumpulan Dana secara Swadaya, Dikerjakan dengan Sistem Gotong Royong

d4493a26 c257 4728 bd10 7807fca00bf3
BERDOA: Acara syukuran peresmian pembangunan Pos Satkamling di Jalan Anggur 2 RT 38, Sabtu malam (15/7)

Semangat gotong royong masih dijunjung tinggi warga Jalan Anggur Dua, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Bangunan Pos satuan keamanan lingkungan (satkamling)  yang saat ini sudah berdiri kokoh menjadi bukti semangat gotong royong itu. Warga menyebut pos satkamling itu menjadi simbol kebersamaan antarwarga dalam berkehidupan.

MINGGU pagi, 11 Juni  2023, warga Jalan Anggur 2 berkumpul di pos satkamling. Masing-masing membawa peralatan mulai dari parang, linggis, gergaji, tukul hingga cangkul. Pos berukuran tiga kali tiga meter berkontruksi kayu itu rencananya  dihancurkan. Keberadaan pos yang sudah puluhan tahun itu dianggap sudah tidak layak. Lantai yang sudah lapuk hingga dinding kayu yang mulai mengeropos menjadi salah satu pemicunya.

“Hasil dari rapat bersama warga kita sepakati pos kamling ini kita robohkan dan akan dibangun dengan konstruksi beton. Kita ingin pos kamling ini bisa lebih bagus lagi dan tahan lama,” ucap RT 38, Jalan Anggur 2, Nanang Suriansyah disela kegiatan penghancuran pos kamling.

Tidak sampai satu jam, bangunan pos kamling itu pun hancur dan rata dengan tanah. Sisa-sisa bahan bangunan yang tidak terpakai dikumpulkan di satu titik dan dibakar. Sebagian yang masih bisa dimanfaatkan disimpan kembali.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Ingatkan Jangan Aneh-Aneh, Jabatan Bisa Langsung Diganti

Tanah urug sebagai penimbun pondasi bangunan yang sudah disiapkan tidak jauh dari lokasi bangunan diangkat menggunakan arco. Warga bahu membahu  memindahkan tanah ke lokasi bangunan yang berjarak sekitar seratus meter. Warga tampak bersemangat dalam proses pembangunan pos. Sesekali kelakar lucu Upik, salah seorang warga, membuat suasana tampak hidup. Beraneka macam kudapan, buah-buahan yang semuanya sumbangan dari warga menjadi menu penambah semangat warga bergotong royong.

Untuk membangun pos satkamling baru itu setidaknya diperlukan dana yang cukup besar. Secara swadaya warga melakukan pengumpulan. Ada yang memberi uang tunai. Ada juga dalam bentuk bahan bangunan, semisal semen, batako, pasair, cat dan keramik.  Proses pembangunan dilakukan dengan gotong royong. Waktu pengerjaan tidak mengenal waktu, bisa pagi, siang, sore bahkan malam sekalipun.



Pos terkait