SAMPIT, radarsampit.com – Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Jalan Jenderal Sudirman km 14 menjadi perhatian serius Pemkab Kotim. Akses masuk menuju lokasi itu diperbaiki.
Dinas Sumber Daya Air Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memerlukan kerja ekstra dan waktu yang tidak sebentar untuk membuka akses jalan masuk.
Akses tersebut bagi truk pengangkut sampah yang menurunkan sampah dari depo ke TPA.
Sampah yang menggunung hingga menutupi badan jalan bahkan sudah meluber hingga depan bangunan workshop UPTD Sampah.
Hal itu mengakibatkan akses jalan menuju TPA tertutup dan tak bisa dilewati truk pengangkut sampah.
Selama kurang lebih sebulan petugas teknis di DSDABMBKPRKP Kotim turun membantu menangani persoalan sampah yang menggunung di TPA.
”Sudah lebih dari tiga minggu ini tenaga teknis kami dikerahkan fokus menangani akses jalan di TPA. Kami diminta Bupati Kotim untuk membantu membuka akses jalan masuk bagi truk pengangkut sampah menuju landfill,” kata Mentana Dhinar Tistama, Kepala DSDABMBKPRKP Kotim, Jumat (11/7/2025).
Pihaknya juga mengerahkan delapan tenaga teknis, tenaga lapangan serta operator, dan menurunkan empat alat berat untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan.
”Ada empat alat berat yang diturunkan. Dua unit ekskavator, satu buldozer, dan satu alat berat pemadat jalan. Alat berat ini juga sebagian kami pinjam dengan rekanan,” ujarnya.
Mentana menuturkan, membuka akses jalan selebar lima meter menuju landfill dilakukan dengan menimbun urukan tanah sepanjang 900 meter.
”Sudah ratusan rit tanah diampar dan diratakan untuk membuka akses jalan bagi truk pengangkut sampah,” ujarnya
Kondisi sampah yang menggunung dinilai wajar dengan jumlah volume sampah rumah tangga yang dibuang ke depo setiap hari.
”Saya benar-benar serius membantu DLH Kotim membuka akses jalan masuk di TPA ini. Karena itu, saya bisa mengetahui ada 30 rit sampah dengan estimasi 5 ton per rit yang diangkut setiap hari dari depo ke TPA. Ini artinya, dalam sehari diperkirakan 150 ton sampah rumah tangga yang dihasilkan warga Kota Sampit harus diangkut dibuang ke TPA,” jelasnya.