SAMPIT, RadarSampit.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menginginkan agar kegiatan memasak bubur asyura menjadi agenda pariwisata yang digelar setiap tahunnya. Hal itu bertujuan untuk melestarikan bubur asyura serta menjaga nilai sejarahnya.
Hal tersebut disampaikan Halikinnor saat menghadiri Festival Bubur Asyura yang digelar warga Jalan Baamang Hulu 1 RT.5/25, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Selasa (9/8).
”Saya ingin supaya kegiatan ini menjadi agenda pariwisata. Memang di agenda pariwisata kita akan menggelar Mandi Safar atau Simah Laut. Tapi, bubur asyura ini juga harus dipertahankan. Makanya saya ingin bubur asyura menjadi Festival Bubur Asyura se-Kotim,” kata Halikinnor.
Apabila hal itu terealisasi, Halikinnor meminta agar Festival Bubur Asyura yang akan dikemas dalam skala besar menghadirkan perwakilan dari masing-masing kecamatan. Kecamatan di wilayah kota bebas mengirimkan wakil sebanyak-banyaknya. Untuk pembiayaan, sepenuhnya ditanggung Pemkab Kotim.
”Kita akan undang orang banyak supaya sama-sama pesta rakyat, memperingati 10 Muharam, yaitu pembuatan bubur asyura. Nanti biar Pemkab yang membiayainya,” katanya.
Halikinnor merasa generasi muda, khususnya anak-anak, harus mengetahui sejarah dari bubur asyura. Selain itu, juga terkait dengan peringatan 1 Muharram.
”Supaya anak-anak tahu sejarah bubur asyura, karena kita juga harus menyosialisasikan bulan Muharram. Jadi, harapannya tahun baru Islam seperti tahun baru 1 Januari. Harus juga diperingati. Kalau bukan kita, siapa lagi?” ujarnya.
Camat Baamang Ady Candra bersyukur Festival Bubur Asyura yang digelar secara massal di tingkat kecamatan, khususnya wilayah Kelurahan Baamang Hulu, mendapat respons positif dari Bupati Kotim Halikinnor.
”Sesuai yang disampaikan Bupati, bahwa kegiatan ini akan dijadikan agenda agenda rutin tahunan yang akan dilaksanakan setiap tahunnya dan akan langsung diambil alih oleh Pemkab Kotim, mulai dari segi pendanaan hingga susunan acaranya,” tuturnya.
Menurutnya, Festival Bubur Asyura yang diselenggarakan di Kelurahan Baamang Hulu tersebut hanya sebagai awal yang menjadi dasar, sehingga ke depannya menjadi agenda yang cukup besar di Kotim.
Ady menambahkan, kekompakan masyarakat Baamang sudah tidak diragukan
Lagi. Ini terlihat dengan tingginya antusiasme warganya terhadap kegiatan seperti itu.
”Alhamdulillah, walaupun dilaksanakan di dua RT, namun dari wilayah kelurahan lain pun hadir, seperti Baamang Barat, Baamang Hilir, Baamang Tengah, semuanya hadir di Kelurahan Baamang Hulu. Termasuk dari Desa Tinduk juga ada perwakilan yang hadir,” ungkapnya.
Terhadap kegiatan semacam itu, lanjut Ady, pemerintah kecamatan wajib memberikan dukungan, karena merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang tentunya meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat Kotim khususnya.
Ketua Panitia acara Dadang H Syamsu menambahkan, setiap tahun kegiatan semacam itu selalu diselenggarakan. Hanya saja, sempat vakum karena pandemi Covid-19. Walaupun sempat diselenggarakan, namun dalam skala kecil. Karena itu, apabila dikemas dalam festival dengan skala yang lebih besar, dia optimistis bisa diselenggarakan tahun depan dan meraih rekor Muri.
”Insya Allah rekor Muri dapat kita pecahkan, bahwa Kotim terbanyak menyelenggarakan bubur asyura,” tandasnya. (yn/ign)








