Demo di Kantor DPRD, Desak Pemerintah Kendalikan Harga

Ratusan mahasiswa di Kota Palangka Raya turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes
AKSI SERENTAK: Massa dari kalangan mahasiswa dan elemen lainnya menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kalteng, Senin (11/4). (DODI/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA – Ratusan mahasiswa di Kota Palangka Raya turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, Senin (11/4). Massa juga mendesak pemerintah daerah mengendalikan harga pangan dan kebutuhan lainnya yang belakangan ini memberatkan perekonomian.

Peserta demo yang beraksi di Kantor DPRD Kalteng itu membentangkan berbagai spanduk sindiran dan protes berbagai kebijakan. Di antaranya, soal kelangkaan minyak goreng, kenaikan harga bahan bakar minyak, kenaikan, sampai wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden RI.

Bacaan Lainnya

Massa meminta DPRD Kalteng mendesak pemerintah daerah segera mengusut tuntas kelangkaan minyak goreng. Selain itu, mengatasi kenaikan harga bahan pokok yang membuat perekonomian warga kian terbebani.

Kemudian, menuntut DPR RI agar mendesak Menteri ESDM menurunkan harga dan memberikan subsidi BBM pada masyarakat Indonesia, menuntut perwakilan DPR RI dapil Kalteng untuk menyuarakan aspirasi masyarakat terhadap janji kampanye Joko Widodo-Ma’aruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden, serta menolak kebijakan pemerintah pusat terkait kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen.

Tuntutan lainnya, mendesak DPR RI membahas dan mengesahkan RUU Masyarakat Adat. Meminta dan mendesak pemerintah segera menyelesaikan konflik agraria di Kalimantan Tengah.

Koordinator Aksi Wilianus Chandra Wijaya mengatakan, apabila tuntutan tersebut diabaikan, pihaknya akan kembali bergerak dengan jumlah massa lebih besar. Dia juga meminta DPRD Kalteng menyampaikan penolakan wacana penundaan Pemilu 2024 yang kerap digaungkan sejumlah pihak.

”Kami juga menuntut DPRD Kalteng mengusut tuntas mengenai kelangkaan minyak goreng dan kenaikan harga lainnya,” ujarnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Kalteng Wiyatno yang menerima para demonstran berjanji akan menyampaikan tuntutan mahasiswa. Di sisi lain, dia juga mengapresiasi sikap mahasiswa yang menggelar aksi dalam situasi kondisi panas untuk memperjuangkan keluhan rakyat.

”Saya akan sampaikan apa yang diutarakan tersebut ke pusat. Apresiasi bagi mahasiswa. Apalagi aksi demo ini tidak hanya di Kalteng, tetapi Indonesia. Ini perjuangan untuk masyarakat, terutama terkait kelangkaan minyak goreng, penundaan pemilu, dan lainnya. Termasuk BBM. Aspirasi ini akan sesegera mungkin disampaikan ke kementerian dan DPR RI,” ujarnya.

Wiyatno juga menegaskan, pemerintah telah memastikan Pemilu 2024 tak ditunda. Hal tersebut disampaikan langsung Presiden. ”Beliau sudah terang benderang menyampaikan kepada menteri untuk berhenti membicarakan perpanjangan jabatan tiga periode. Yang pasti, apa yang disampaikan ini akan diterima dan percayalah disampaikan ke pemerintah pusat,” tegasnya.

Aksi yang sama juga dilakukan puluhan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kapuas di Bundaran Raja Bunu, depan Kantor DPRD Kapuas. Ariadi selaku koordinator aksi, menyampaikan sejumlah tuntutan yang sama pada DPRD Kapuas agar disampaikan ke pemerintah pusat.

”Meminta pemerintah agar secepatnya menstabilkan harga kebutuhan pokok, serta kesediaan bahan pokok, karena kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit akibat dampak pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih melanda Indonesia,” katanya. (daq/der/ign)

Pos terkait