Dikeroyok saat Nongkrong, Pemuda Kapuas Tewas dengan Usus Terburai

pemuda di kapuas
MASIH DIUSUT: Polsek Mantangai melakukan penyelidikan terkait penganiayaan berat yang menewaskan Suheru Wahyudi di atas Jembatan Mantangai Tengah, Kapuas. (POLSEK MANTANGAI For RADAR SAMPIT)

KUALA KAPUAS – Seorang pemuda di Kabupaten Kapuas, Suheru Wahyudi (25), harus kehilangan nyawanya di atas Jembatan Mantangai Tengah, Kecamatan Mantangai. Warga Desa Lamunti Permai itu jadi korban pengeroyokan sejumlah orang.

Kapolres Kapuas AKBP Qory Wicaksono melalui Kapolsek Mantangai AKP Fry Mayedi Sastrawan mengatakan, awalnya korban sedang asyik bersantai di atas Jembatan Mantangai Tengah, Minggu (27/2) malam. Tiba-tiba korban didatangi sekelompok orang tak dikenal.

Bacaan Lainnya

”Antara korban dan sekelompok pemuda tersebut terjadi cekcok. Melihat situasi itu, para saksi yang sebagian besar masih di bawah umur pergi meninggalkan korban di atas jembatan sendirian,” katanya, Senin (28/2).

Ketika sejumlah saksi itu kembali ke jembatan, korban sudah tergeletak berlumuran darah. ”Korban mengalami luka-luka yang diduga dianiaya. Para saksi kemudian membawa korban ke puskesmas untuk diberikan pertolongan,” katanya.

Akan tetapi, saat diperiksa, tim medis Puskesmas Mantangai menyatakan korban telah meninggal dunia. Di tubuh korban terdapat beberapa luka seperti luka tusukan dan luka lebam lainnya.

Baca Juga :  Lokasi di Pangkalan Bun Ini Jadi Tempat Sakral Masyarakat Dayak

”Korban mengalami luka robek di perut sebelah kanan dengan usus terburai. Hidung patah, mata lebam, gigi atas patah, dan luka robek di dahi,” ujarnya.

Pihaknya masih melakukan penyelidikan kejadian itu dengan memeriksa saksi dan mengejar para pelaku. Selain itu, sejumlah barang bukti telah diamankan. (der/ign)

Pos terkait