Diskop dan UKM Kotim Beri Pembinaan Pemahaman Perkoperasian

dinas koperasi dan ukm (hgn) 1
SOSIALISASI: Diskop dan UKM Kotim menggelar sosialisasi prinsip pemahaman perkoperasian yang diikuti perwakilan dari pengurus koperasi di Kota Sampit yang digelar di aula Kantor Kelurahan Baamang Hilir, Sabtu (17/6). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Diskop dan UKM) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar sosialisasi prinsip pemahaman perkoperasian. Kegiatan itu digelar selama dua hari pada 17-18 Juni 2023 di aula Kantor Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang.

Sebanyak 35 perwakilan koperasi di Sampit diberi pemahaman materi tentang jati diri koperasi, manajemen koperasi, hakikat usaha koperasi, manajemen keuangan koperasi, dan lainnya.

Bacaan Lainnya
Gowes

”Kegiatan ini terlaksana melalui sumber dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp50 juta. Pada 2022 lalu, kami telah melaksanakan tiga sosialisasi pembinaan koperasi. Tahun ini hanya ada dua kegiatan, yaitu sosialisasi ini dan sosialisasi manajemen perkoperasian yang akan dilaksanakan bulan depan di Kecamatan Telaga Antang,” kata Rusmiati, Kepala Diskop dan UKM Kotim, Sabtu (17/6).

sosialisasi dinas koperasi dan ukm (hgn) 2
SOSIALISASI: Diskop dan UKM Kotim menggelar sosialisasi prinsip pemahaman perkoperasian yang diikuti perwakilan dari pengurus koperasi di Kota Sampit yang digelar di aula Kantor Kelurahan Baamang Hilir, Sabtu (17/6). (HENY/RADAR SAMPIT)

Rusmiati mengatakan, sosialisasi perlu dilakukan untuk memberikan pembinaan kepada pengurus koperasi yang masih kurang pemahaman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam menjalankan koperasi. Pemateri didatangkan dari Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) dari Bandung.

Baca Juga :  Peredaran Narkoba Masih Tinggi, Wabup Kotim Tegaskan soal Ini

”Sesuai data kami, ada 370 koperasi yang terdata di Kotim. Dinyatakan aktif 300 koperasi dan 70 koperasi lainnya tidak aktif. Pengelolaan, pengawasan, dan pengurus koperasi banyak yang masih kurang dari segi pemahaman, sumber daya manusia, dan alat perkoperasian. Sosialisasi ini bagian dari upaya kami memberikan pembinaan agar koperasi lebih maju, sukses, dan mandiri,” ujarnya.

Dari 370 koperasi di Kotim, sebanyak 70 persen bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, 20 persen pegawai negeri, dan 10 persen koperasi usaha simpan pinjam. Permasalahan koperasi di kebun kelapa sawit biasanya bukan dari kelembagaannya, tetapi terkait plasma dengan mitra koperasi.



Pos terkait