PALANGKA RAYA- Kematian menyedihkan menimpa Bejo (61) warga Jalan Batu Ampar Kelurahan Kereng Bengkirai, Kecamatan Sabangau. Pria lebih dari setengah abad itu ditemukan tak bernyawa di dalam rumah dengan posisi terlentang, Senin (28/2).
Pria yang sehari-hari sebagai pembakar tukang batu itu ditemukan oleh tetangga sekaligus rekan kerjanya. Kejadian ini pun dilaporkan ke Polsek Sebangau untuk segera ditangani .
Kapolsek Sebangau Iptu Dhini Lestari memaparkan, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan dari tubuh Bejo. Diduga kematian itu lantaran sakit yang dideritanya. Sebab, berdasarkan keterangan saksi bahwa korban sebelumnya ada seperti sesak nafas atau asma, itu terlihat jika berbicara sering kali menarik nafas seperti orang sesak nafas.
Selain itu berdasarkan keterangan saksi, sehari sebelum itu korban sempat terlihat memperbaiki tangga rumah hingga sore hari. Setelah itu langsung masuk kamar dan memang terlihat yang bersangkutan saat itu sedang tidur. Saat ditemukan rekan kerja mengetuk pintu kamar dan tidak ada jawaban. Kemudian, melihat Bejo masih dalam posisi tidur telentang, hingga masuk ke dalam dan ternyata sudah ditemukan meninggal dunia.
Usai ditemukan, jenazah langsung mendapat penanganan lebih lanjut dan dilakukan pemeriksaan visum mayat oleh Tim Dokter Forensik RSUD, guna mengetahui penyebab pasti meninggalnya.
”Ia awalnya sempat dikira ketiduran lantaran kecapean.Namun setelah dibangunkan tidak bangun dan akhirnya diketahui sudah tidak bernyawa. Biasanya almarhum pasti bangun jika sudah dibangunkan untuk kerja,” ujar Dhini.
Pihaknya pun belum bisa memastikan penyebab utama kematian itu. Tetapi tetap dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dhini melanjutkan, posisi saat ditemukan tidur terlentang di tempat tidur beralas tikar. Masih menggunakan pakaian kaos lengan pendek warna garis merah putih hitam abu-abu, dan celana panjang hitam.
“Saya ke lokasi dan melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Palangka Raya. Juga sudah Olah TKP bersama Tim Inafis Polresta Palangka Raya, serta melakukan evakuasi mayat ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya,” pungkasnya. (daq/gus)