Drainase Jalur Simpang Hantu Butuh Penanganan Segera

Warga Sudah Bosan Jadi Korban Luapan Air Saat Hujan

MELUAP: Luapan air akibat tak berfungsinya drainase yang menuju Sungai Dendang. Warga di sepanjang jalan ini sering menjadi korban luapan drainase di kawasan Simpang Hantu, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat beberapa hari lalu. (SLAMET HARMOKO/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BANTENG-Jalur drainase di kawasan Simpang Hantu, Kecamatan Pangkalan Banteng butuh perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotawaringin Barat. Pasalnya setiap kali turun hujan, warga sekitar selalu menjadi korban banjir akibat tak berfungsinya saluran pembuangan air menuju Sungai Dendang itu.

Banjir tak hanya menggenangi jalan raya, namun juga menerjang rumah dan pertokoan warga di kawasan perbatasan Desa Simpang Berambai dan Marga Mulya itu. Kondisi itu ditengarai sudah belasan tahun terjadi akibat buruknya sistem drainase.

Selain jalur drainase yang menyempit dan tertimbun lumpur, masalah kerelaan warga agar ada pelebaran saluran masih menjadi ganjalan. Meski setelah luapan besar beberapa waktu lalu masalah itu akhirnya teratasi.

“Dulu memang ada warga yang belum rela jika ada pelebaran saluran drainase, tapi akhirnya setelah kita bicarakan secara musyawarah semua bisa teratasi dan bersedia jika ada pelebaran,” ungkap Heri Sudarmanto, Kepala Desa Simpang Berambai, Kamis (16/9)

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi drainase tersebut ke dinas terkait. Namun untuk proses pengerjaan tahun ini dirasa belum memungkinkan. Meskipun semua tahu bahwa penanganan segera harus dilakukan. “Kata orang dinas sepertinya belum memungkinkan bila dilaksanakan tahun ini (2021), tapi kemungkinan tahun depan. Meski kita tahu kondisinya sangat memprihatinkan dan butuh penanganan,” terangnya.

Saat ini, lanjutnya, jalan tersebut masih dalam proses pengerjaan untuk pengaspalan agar lebih mudah dilalui warga. “Mungkin untuk tahun ini prosesnya pengaspalan, karena jalan menuju Simpang Hantu itu juga mengalami kerusakan cukup parah,” tambahnya.

Sementara itu salah seorang warga Desa Simpang Berambai, Poniyo mengatakan bahwa upaya pembenahan drainase sebenarnya sudah dilakukan dengan pembangunan dua gorong-gorong di sisi jalur Marga Mulya dan Simpang Berambai yang saat ini sedang berjalan. “Namun harapannya tetap ada pelebaran drainase di pinggir jalan itu hingga tembus ke Sungai Dendang. Karena akan percuma jika gorong-gorongnya besar tapi jalur air menuju sungai justru terhambat. Tetap saja rumah kami yang akan kena imbas luapan air saat hujan,” katanya. (sla)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *