Dua Pelajar Kotim Terjerat Radikalisme, Direkrut Lewat Game Online dan Masuk WAG

radikalisme
Ilustrasi Radikalisme

Irawati juga menyebut dampak buruk kecanduan game online dapat memengaruhi perilaku anak seperti pada kasus kekerasan anak yang terjadi di Medan, Sumatra Utara yang sempat menghebohkan publik.

Dalam kasus tersebut, seorang anak perempuan berusia 12 tahun tega membunuh ibu kandungnya sendiri setelah akun game onlinenya dihapus.

Bacaan Lainnya

Kasus itu menjadi peringatan keras akan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas digital anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Jangan sampai kejadian di Sumatera terjadi di Kotim. Ini harus menjadi perhatian kita bersama agar dampak dari penggunaan gadget yang berlebihan tidak sampai menimbulkan perilaku buruk,” tandasnya. (hgn)

Baca Juga :  Pelajar Kotim Raih Medali Perunggu Cabang Pencak Silat O2SN

Pos terkait