Dulunya Pemakai, Kini Ada Pelajar Jadi Pengedar Narkoba

barbuk sabu
NARKOBA: Polres Kotawaringin Timur (Kotim) ketika memusnahkan narkoba jenis sabu-sabu bernilai setengah miliar rupiah, Selasa (14/5) lalu. (ILUSTRASI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Pelajar di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah terjerumus peredaran narkoba. Lingkungan pergaulan yang buruk menjadi penyebab mereka jadi budak barang haram ini.

Kepala Satuan Reserse (Kasatres) Narkotika dan Obat-obatan Berbahaya (Narkoba), Kepolisian Resor Kotawaringin Timur (Polres Kotim) AKP Bagus Winarmoko mengatakan, jaringan bandar narkoba telah memberdaya pelajar untuk dijadikan pengedar.

Bacaan Lainnya

”Dari hasil identifikasi kami, bahwa saat ini pelajar mulai diperalat jadi pengedar narkoba,” kata Kasat Narkoba Polres Kotim AKP Bagus Winarmoko.

Bagus menyebutkan, peredaran narkoba di Kota Sampit paling banyak terungkap. Sejak Januari hingga April 2024 saja, pihaknya berhasil menyita sebanyak 1,3 kilogram narkoba jenis sabu-sabu.

”Bahkan, kalangan pelajar yang dulunya hanya jadi pemakai sekarang sudah mulai berani menjadi pengedar,” ungkapnya.

Katanya, hal ini terbukti saat petugas mengamankan seorang oknum pelajar SMK di Kabupaten Kotim, beberapa waktu lalu yang terlibat menjadi pengedar obat terlarang.

Baca Juga :  Modus Rapat Lomba Tujuh Belasan, Bocah Dicabuli di Belakang Sekolah

Kaum milenial itu ditangkap setelah terbukti ada menyimpan puluhan hingga ratusan butir obat terlarang. Akibat perbuatanya, pelaku harus menjadi penghuni rumah tahanan.

”Saya sudah tegaskan kepada seluruh anggota berantas seluruh pengedar narkoba hingga ke akar-akarnya. Jangan sampai barang haram ini melibatkan generasi muda kita,” tegasnya. (sir/fm)

 



Pos terkait